
SEMARANG, suaramerdeka.com - Jawa Tengah mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah dalam kegiatan Regional Interface Dialog forum lintas agama se-Asia Pasifik pada 11-15 Maret mendatang.
Kegiatan yang keenam kalinya ini akan berlangsung di Kota Semarang dan akan dihadiri perwakilan dari 15 negara diantaranya New Zealand, Australia, Timor Leste, Papua Nugini serta sejumlah negara di Asean.
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, AM Fachir mengungkapkan, Semarang dipilih karena termasuk salah satu wilayah percontohan dimana toleransi kerukunan antarumat beragama sangat kuat. Indonesia pernah menjadi tuan rumah yang pertama kali tahun 2004 dan berlangsung di Kota Yogyakarta.
Agenda utama dalam forum internasional ini salah satunya bagaimana memberdayakan dan memperkuat basis masyarakat untuk mewujudkan keamanan serta kedamaian lewat dialog.
Para peserta nantinya juga akan diajak untuk melakukan kunjungan religi ke tempat-tempat ibadah termasuk juga pesantren. Tidak hanya dari kalangan tokoh agama saja, tetapi diskusi ini juga bakal menghadirkan para akademisi, pejabat publik serta kalangan media.
"Mereka akan melihat seperti apa situasinya dan dukungan lingkungan di sekitar. Apalagi wilayah Jateng kaya dengan beragam tempat religi yang menarik untuk dikunjungi," papar Fachir usai beraudiensi dengan Gubernur Bibit Waluyo di
gubernuran Jalan Pahlawan, Rabu (11/1).