
SOLO, suaramerdeka.com - Sebanyak lima peluang investasi ditawarkan Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) di tahun ini. Kelima peluang tersebut yakni, Solo Techno Park, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Pasar Jongke, Pasar Ayam, serta Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ).
Kepala BPMPT, Pujo Haryanto mengatakan, kelimanya adalah proyek yang ditawarkan pemerintah kota kepada investor. Beberapa peluang, sudah ditawarkan sejak tahun kemarin. Sayangnya, pihaknya belum mau membeberkan berapa total nilai investasi tersebut.
"Selain investasi untuk proyek pemerintah, kami juga terus mendorong masuknya investasi swasta ke Solo. Keberadaan badan ini juga dilakukan untuk semakin mempermudah masuknya investasi," kata dia, Rabu (11/1).
Seperti diketahui, BPMPT merupakan badan baru hasil penggabungan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dengan Badan Penanaman Modal. Untuk sektor swasta, diakui Pujo, proyek hotel masih menjadi yang paling menarik. Namun, mengingat sudah banyaknya hotel di Solo, pemerintah akan sedikit memberi batasan. Terutama untuk hotel bintang dua sampai lima, pembangunan akan lebih diarahkan ke Solo utara.
Sementara itu, pendirian hotel butik masih dibebaskan di berbagai wilayah Solo. Sebab, hotel butik biasanya mengambil konsep heritage, ini akan semakin memperkuat citra Solo sebagai Kota Budaya. "Kalau untuk pendirian restoran memang agak sulit. Sebab, pemerintah sendiri sedang menggalakkan sejumlah pusat kuliner," imbuhnya.
Saat ini, pihaknya masih berupaya menghitung potensi aliran modal yang bisa masuk di Solo. Kemudahan proses serta kondisi perekonomian Solo yang sedang membaik diharapkan mampu meningkatkan nilai investasi selama satu tahun ke depan.
"Kami masih akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait soal peluang investasi yang kami tawarkan. Terutama kepada Dinas Pengelola Pasar, kami masih melakukan taksiran nilai investasi yang dibutuhkan untuk revitalisasi sejumlah pasar tradisional," tukasnya.
( Astuti Paramita / CN31 / JBSM )