
SINGAPURA, suaramerdeka.com - Data konsumen AS, harga minyak naik di perdagangan Asia hari ini. Hal ini sebagai akibat dari kekhawatiran atas program nuklir Iran beberapa bulan terakhir.
Kontrak utama di New York untuk minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari naik 28 sen menjadi 101,59 dolar per barel. Minyak mentah Brent North Sea untuk Februari naik 15 sen menjadi 112,60 dolar. "Data ekonomi konsumen AS menunjukkan lompatan terbesar dalam satu dekade terakhir. Hal ini menjadi sinyal peningkatan kepercayaan dalam pemulihan ekonomi," kata Nick Trevethan, sesnior bidang komoditas strategis di ANZ Research.
Data dari Washington pada awal pekan ini menunjukkan lonjakan 9,9 persen pada kredit konsumen pada bulan November atau terbesar sejak 2001. Be;lanja dengan kartu kredit naik 8,5 persen. Sementara tingkat pinjaman modal, termasuk pinjaman untuk universitas dan mobil melonjak 107 persen.
Data tersebut menunjukkan keyakinan pemulihan pada negara dengan tingkat perekonomian terbesar dunia dan menguatnya konsumsi minyak, yang hadir setelah terjadi penurunan tingkat pengangguran dengan perkiraan bertambahnya penciptaan lapangan kerja. Sedangkan, tekanan atas harga minyak mentah terjadi sebagai akibat kekhawatiran yang berlarut-larut terkait program nuklir Iran.
Badan atom PBB Senin kemarin mengungkapkan bahwa Teheran mulai memperkaya uranium pada sebuah bunker di daerah pegunungan, yang memicu kecurigaan bahwa mereka ingin membangun senjata nuklir.
Diberitakan, Iran sebagai produsen minyak keempat terbesar di dunia mengancam akan menutup Selat Hormuz yang strategis jika Uni Eropa tetap melaksanakan embargo dengan melarang impor minyak sebagai bagian dari sanksi untuk menghentikan program nuklir mereka.
( AFP , Yuska / CN14 )