panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
10 Januari 2012 | 09:29 wib
Atasi Teror Dengan Perspektif Relasional

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Cara memahami terorisme yang menekankan sifat, karakter, dan ideologi pelaku terorisme perlu dilengkapi dengan cara lain. Salah satu cara yang bisa dipakai untuk melengkapi hal tersebut yaitu dengan perspektif relasional.

Artinya, kita perlu memperhatikan beberapa proses sosial yang melatari penggunaan aksi teror sebagai strategi. Contohnya, dalam kasus bom di Masjid Polres Cirebon, selain kita memperhatikan siapa pelakunya, sifat dan latar belakang ideologinya, kita juga perlu mempertanyakan hal lain misalnya bagaimana bahan peledak sampai ke tangan pelaku bom bunuh diri dan puluhan temannya.

''Selain itu apa hubungan antara pelaku bom bunuh diri dengan polisi sebelumnya dalam berbagai aksi radikal yang bukan aksi bom seperti terorisme di Cirebon,'' papar peneliti Institute of International Studies (IIS) Jurusan Hubungan Internasional (HI) UGM Drs Samsu Rizal Panggabean MSc.

Diakuinya, fenomena menarik dari terorisme di tahun 2011 lalu yaitu adanya taktik baru dan generasi pelaku yang baru. Taktik baru seperti penggunaan bom buku di kompleks Radio 68H Jakarta. Sedangkan generasi baru yaitu para pelaku bukan lagi lulusan tempat-tempat konflik internasional seperti Afganistan, Filipina Selatan atau Thailand Selatan. ''Mereka adalah generasi baru lulusan pengajian radikal yang belajar keterampilan membuat bom lewat internet, bukan dalam konteks perang,'' imbuhnya.

Di tempat sama pengamat dari IIS lainnya Eric Hiarej MPhil PhD mengatakan, ada peningkatan jumlah aksi terorisme di tahun 2011 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. ''Yang menarik adalah sepanjang tahun 2011, target utama dari berbagai aksi teror kebanyakan diarahkan ke polisi serta rumah ibadah,'' paparnya.

Baik Rizal maupun Eric juga sepakat agar peran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ke depan bisa ditingkatkan lagi. Sayangnya, sejauh ini peran BNPT masih belum optimal terbukti dengan minimnya anggaran yang dikucurkan. Pemerintah lebih banyak terfokus pada peningkatan peran Densus 88.

( Bambang Unjianto / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 10:08 wib
Dibaca: 28
27 Mei 2012 | 09:56 wib
Dibaca: 145
27 Mei 2012 | 09:40 wib
Dibaca: 113
27 Mei 2012 | 09:10 wib
Dibaca: 125
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER