
BOYOLALI, suaramerdeka.com - Ratusan warga di wilayah Kecamatan Ngemplak mengaku tertipu program SIM massal. Alih-alih ada panggilan tes, bahkan, koordinatornya hingga kini menghilang.
"Kami sudah pernah mengadu ke Satlantas Polres Boyolali dan Senin (9/1) dilanjutkan ke Polsek Ngemplak," ujar seorang warga, Marno.
Dia mengaku, tercatat ada 819 pendaftar SIM massal tersebut. Pendaftaran dilaksanakan tanggal 5 Desember 2011 dan rencananya, tes digelar tangal 16 Desember 2011. Ternyata hingga kini, tes tidak pernah diproses. Bahkan, warga kesulitan mengontak koordinator pendaftaran, David yang mengaku warga Salatiga.
Untuk pendaftaran SIM C, setiap pemohon ditarik biaya Rp 336.000, sedangkan SIM A sebesar Rp 475.000/ orang. Ke-819 pendaftar tersebut tersebar di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Ngemplak antara lain, Sawahan, Donohudan, Giriroto, Kismoyoso, Pandeyan. Para pendaftar sudah membayar lunas sesuai ketentuan.
"Bahkan, istri saya, Ambarwati juga ikut mendaftar SIM A dan sudah membayar lunas."
Pihaknya sudah berupaya mencari David untuk dimintai pertanggungjawaban. Sayangnya, yang bersangkutan tidak bisa dihubungi, bahkan alamatnya juga tidak diketahui secara pasti. "Kami hanya mau bertanya saja. Kalau memang tak bisa diproses lebih lanjut, kami minta agar uang pendaftaran dikembalikan."
Sayangnya, lanjut dia, upaya mencari David tak kesampaian. Akhirnya, karena merasa jengkel, warga terpaksa melaporkan kasus itu ke Mapolres Boyolali agar dapat segera diproses secara hukum.
( Joko Murdowo / CN32 / JBSM )