
WASHINGTON, suaramerdeka.com - Amerika Serikat akan merespon segala tindakan yang akan dilakukan Iran jika mencoba menutup Selat Hormuz yang menjadi pintu masuk strategis ke Teluk. Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta mengatakan hal ini, Minggu (8/1). "Kami menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan mentolerir pemblokiran Selat Hormuz. Wilayah itu merupakan garis merah terpenting di wilayah Teluk Persia dan kami akan merespon apa pun yang akan dilakukan Iran," kata Panetta dalam sebuah siaran televisi.
Pernyataan Panetta tersebut didukung oleh koordinator Gabungan Kepala Staf, Jenderal Martin Dempsey, yang mengatakan bahwa Iran memiliki sarana untuk menutup jalur perairan yang dilalui 20 persen distribusi minyak dunia itu. "Tapi kami akan mengambil tindakan dan kembali membuka Selat Hormuz," kata Dempsey di waktu yang sama.
Komentar mereka muncul menyusul ancaman Iran untuk menutup selat jika Uni Eropa tetap menjalankan embargo minyaknya di negara kaya minyak kawasan Teluk itu. Rencana embargo Uni Eropa merupakan langkah terbaru untuk menekan Teheran dalam menyerahkan program nuklir yang diindikasikan untuk memperkaya persenjataan nuklirnya.
( AFP , Yuska / CN14 )