
DIEVAKUASI: Jenazah Nenek Riyem yang tenggelam di belik berhasil dievakuasi tim SAR, untuk dibawa ke RSUD untuk pemeriksaan dokter, Minggu (8/1). (suaramerdeka.com / Bambang Purnomo)
WONOGIRI, suaramerdeka.com - Ny Riyem (75) ditemukan tewas tenggelam di belik (kolam sumber air-red) tua Bahuresan, Minggu siang (8/1). Diduga tewasnya warga RT 2/RW 2 Lingkungan Bahuresan Kelurahan Giritirto Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri ini, akibat tenggelam di tandon air berkedalaman sekitar tiga meter tersebut.
Tewasnya Riyem, awalnya diketahui oleh pemancing yang membeli umpan lumut di kedai Safei, yang letaknya di sebelah selatannya Belik Bahuresan. Kata Safei, salah seorang pembeli lumut yang kencing ke belik, memberitahukan kalau ada boneka tercebur di belik. ''Itu diberitahu ke istri saya, Ny Suigiyatmi,'' tutur Safei.
Tapi setelah dilihat, ternyata yang tercebur bukan boneka, namun seorang nenek. Segera kasus ini dilaporkan ke Ketua RT 2/RW 2 Lingkungan Bahuresan, Drs Honru Suryanto, dan ke Polsek Wonogiri Kota. Di tengah hujan gerimis, tim SAR Wonogiri didatangkan untuk melakukan pengambilan. Mayat korban kemudian diangkut ke RSUD untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter.
Ketua RT 2/RW 2 Honru Suryanto, mengatakan, korban belakangan ini memang menderita sakit batuk dan sesak napas, yang oleh dokter diindikasi sebagai bronchitis. Sehari sebelum kejadian, Ny Riyem diobatkan ke dokter Martanto. Tapi sejak Minggu pagi, dia pergi tanpa pamit dan yang membuat pihak keluarga kaget, saat ada laporan kalau Nenek Riyem ditemukan tewas tenggelam di Belik Bahuresan.
( Bambang Purnomo / CN26 / JBSM )