
Agus Suwitnyo (suaramerdeka.com / Dheky Kenedi)
GROBOGAN, suaramerdeka.com - Agus Suwitnyo (35) korban penembakan di Naggroe Aceh Darussalam asal Tegowanu mengaku masih dirawat di ruangan pemulihan RS Zainoel Abidin, Banda Aceh. Saat dihubungi Suara Merdeka melalui ponsel, dengan kalimat terbata-bata, Agus menuturkan bahwa operasi yang dijalaninya berhasil dan saat ini menunggu penyambungan usus.
"Ngeri sekali kejadiannya. Saat itu, sehabis makan dan shalat maghrib, saya hendak keluar ikut nongkrong bersama Enam kawan saya yang ada di depan barak. Saat hendak melangkah keluar, ada suara tembakan Dua kali. Saya yang tidak menggubris suara itu, tetap nekat keluar tanpa perasaan khawatir. Namun, baru saja saya keluar dari pintu barak, tiba-tiba ada rasa sakit di pinggang dan ternyata sudah keluar darah. Karena tidak kuat menahan sakit, saya lemas dan pingsan," kata Agus, Minggu (8/1).
Agus juga menceritakan bahwa Gunoko (27) rekannya dari Demak, tewas dengan luka tembak di pelipis kanan tembus ke otak. Sementara rekan satunya, Solikul Anas (25) menderita luka tembak di bagian dada dan perut. Triyono sendiri lolos dari maut, karena masih mengaji usai shalat maghrib di dalam barak.
"Kabarnya, rekan-rekan saya yang selamat sudah dipulangkan ke Jawa. Saat ini saya ditemani Triyono tetangga saya, dan sesekali dijenguk tokai (bos). Di dalam maupun luar kamar perawatan saya saat ini juga dijaga ketat oleh polisi," imbuh Agus.
Agus meminta supaya segala biaya perawatan hingga kepulangannya ke Jawa ada yang menanggung. Pihaknya juga meminta pemerintah mengusut tuntas kasus penembakan tersebut. "Kasihan teman-teman sesama perantauan yang lain kalau tidak ada perlindungannya. Kami disini hanya mencari nafkah dan tidak ada kaitan dengan masalah apapun, apalagi mengetahui kenapa kami ditembaki," jelasnya.
( Dheky Kenedi / CN26 / JBSM )