panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
07 Januari 2012 | 21:10 wib
Evakuasi Serpihan Pesawat Terkendala Medan

MAGELANG, suaramerdeka.com - Proses evakuasi pesawat latih TNI AU yang jatuh di Dusun Jetis, Desa Kedungsari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang sangat merepotkan. Hal ini karena badan pesawat hancur berkeping-keping.

Serpihan pesawat dalam ukuran kecil-kecil tersebar di area sekitar dua hektar dengan medan yang amat sulit. Badan pesawat terperosok ke hutan kecil di tepian Kali Progo. Banyak bagian pesawat yang tersangkut di pucuk pohon tinggi dan juga persawahan. Sejumlah personel Paskhas TNI AU dan Kodim 0705 Magelang menggunakan bambu panjang untuk mendorong serpihan pesawat. Karena terlalu tinggi, petugas bahkan harus memanjat ke atas pohon dan memotong dahannya untuk mengambil bagian pesawat yang tersangkut di pucuk pohon.

Para petugas menggunakan peralatan seperti gergaji mesin, pisau, tali, linggis, tang dan lainnya untuk memotong-motong bangkai pesawat yang besar. Proses tersulit adalah ketika mengevakuasi bagian sayap dan badan pesawat. Usai dipotong-potong, badan pesawat diikatkan ke dalam bambu dengan tali besar. Puluhan prajurit TNI memanggulnya secara estafet. Mereka harus melewati jurang dan pematang sawah dengan pola terasering sehingga sangat sulit.

Mereka harus mencebur ke sawah meski ada tanaman padi yang baru ditanam. Kapten Pnb Ali Mustofa. Dari lokasi jatuhnya pesawat sampai perkampungan sekitar satu kilo meter. Seperti sebelumnya, ribuan warga menonton serpihan pesawat yang dipiloti Kapten Pnb Ali Mustofa. Saking banyaknya serpihan, pihak TNI AU sampai harus mengerahkan tiga truk milik korps Paskhas. Serpihan pesawat selanjutnya dibawa ke Pangkalan Lanud Adisutjipto Yogyakarta untuk bahan penyelidikan.

Kepala Sub Dinas Pembinaan Keselamatan Terbang dan Kerja (Dis Lambangja) Mabes TNI AU, Kolonel Arif Widiyanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengumpulan data dan fakta terkait kecelakaan pesawat dengan Nomor 3417 tersebut. Ia mengaku tidak bisa memberitahu hasil penyelidikan tersebut sebelum disampaikan ke Panitia Penyidik Kecelakaan Pesawat Udara (PPKU) Mabes TNI AU. PPKU inilah lembaga yang berwenang melakukan penyelidikan atas pesawat naas tersebut.

‘’Tugas kami adalah melakukan investigasi. Kami tidak akan menghakimi atau menyalahkan. Data dan fakta yang kami kumpulkan akan kami serahkan kepada PPKU Mabes TNI AU. Ini sebagai bahan awal untuk menyilidiki penyebab kecelakaan pesawat,’’ kata Kolonel Arif.

Arif Widianto mengatakan, evaluasi penyebab terjadi kecelakaan tragis ini akan dilakukan setelah proses evakuasi selesai. PPKU merupakan lembaga semacam Komisi Nasional Keselamatan Transportasinya internal TNI Angkatan Udara. Menurutnya, evaluasi pemeriksaan akan dilakukan secara menyuluruh. Yakni menyangkut manajemen, manusia, media atau cuaca, materi atau mesin, dan misi penerbangan. Lewat analisa tim ahli PPKU ini akan diketahui penyebab kecelakaannya.

Dalam kesempatan ini, tim Dis Lambangja AU juga menyisir sekitar alur Kali Progo dan pepohonan di sekitar lokasi kecelakaan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui rute pesawat dan kronologi jatuhnya pesawat berpenumpang dua orang tersebut.

( MH Habib Shaleh / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 10:08 wib
Dibaca: 9
27 Mei 2012 | 09:56 wib
Dibaca: 129
27 Mei 2012 | 09:40 wib
Dibaca: 106
27 Mei 2012 | 09:10 wib
Dibaca: 120
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER