
REMBANG, suaramerdeka.com - Pemkab Rembang akan mengajak pihak swasta untuk mendirikan Solar Packed Dealer untuk Nelayan (SPDN) di kabupaten itu, menyusul masih minimnya pasokan solar bersubsidi untuk nelayan. Nelayan di Kabupaten Rembang dipastikan masih kerepotan untuk mencukupi kebutuhan bahan bakar solar.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Rembang, Suparman mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2012 ini baru menyetujui penambahan satu unit SPDN untuk nelayan kabupaten itu. "Padahal idealnya, perlu tambahan sebanyak sepuluh unit SPDN untuk mencukupi kebutuhan solar bersubsidi bagi nelayan Kabupaten Rembang," terangnya, Jumat (6/1).
Data Dislautkan Rembang menyebutkan, jumlah armada penangkap ikan di kabupaten itu mencapai 3.242 unit. Armada sebanyak itu terdiri dari kapal mini purseseine (569 unit), dogol (1.664 unit), cantrang (107 unit), gill net (4.097 unit), tramel net (2.546 unit) dan alat tangkap lainnya sebanyak 2.015 unit.
Suparman menambahkan, sedikitnya dibutuhkan pasokan solar hingga lebih dari 55.000 kiloliter per tahun. Sementara dari tiga unit SPDN masing-masing di TPI Tasikagung Rembang, Karanganyar, Kecamatan Kragan dan Bajing Meduro, Kecamatan Sarang, hanya mampu memenuhi sekitar 4.032 kiloliter per tahun.
"Karena jumlah SPDN masih jauh dari angka ideal, Dislautkan terpaksa masih akan mengeluarkan surat rekomendasi bagi nelayan untuk membeli solar ke SPBU," katanya.
Suparman menambahkan, satu unit SPDN tambahan yang rencananya akan dibangun tahun ini akan ditempatkan di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung. Sebab di kawasan itu, jumlah kapal penangkap ikan milik nelayan yang bersandar lebih banyak dibanding pelabuhan pelelangan ikan lainnya.
( Saiful Annas / CN31 / JBSM )