panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
06 Januari 2012 | 07:37 wib
Lima KPPBC Siap Datangi Dirjen Cukai


KUDUS, suaramerdeka.com - Lima Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) yakni Kudus, Malang, Kediri, Pasuruan dan Juanda (Surabaya), berencana akan segera menemui Direktorat Jendral Cukai. Hal tersebut sebagai tindak lanjut hasil pertemuan pada akhir tahun lalu, terkait usulan revisi sejumlah ketentuan cukai.

Kepala KPPBC Kudus, Nugroho Wahyu Widodo, kepada Suara Merdeka, Jumat (6/1) menyatakan seperti yang dibicarakan dalam pertemuan, materi revisi yang diajukan yakni PMK Nomor 200 Tahun 2008. Pada regulasi tersebut disebutkan adanya ketentuan batas minimal brak atau gudang produksi yang mencapai 200 meter persegi.

''Kami mengusulkan untuk direvisi karena di wilayah kami ternyata banyak perusaahaan rokok khususnya golongan kecil yang tidak dapat melaksanakan ketentuan itu,'' paparnya.

Ditambahkannya, upaya diskresi atau penyimpangan atau revisi kebijakan memang belum pernah dilakukan sebelumnya di bidang percukaian. Pengertiannya, sejumlah kebijakan cukai selama ini belum pernah ada yang mencoba mengubah atau merevisinya.

Hanya saja, lima KPPBC yang menggagas diskresi tersebut menilai hampir semua kebijakan terdapat celah pada implementasi di lapangan. Pada kondisi seperti itu tentu dibutuhkan kearifan pimpinan lokal untuk mengambil langkah tertentu. ''Prinsipnya, diskresi diharapkan dapat membawa manfaat bagi semua pihak tanpa harus menyimpang dari kebijakan utama di bidang percukaian,'' paparnya.

Mengenai luasan brak, dia menegaskan pihaknya tidak bermaksud menentang arus dengan mengkritisi kebijakan cukai yang telah ada. Hanya saja, di lapangan ternyata banyak dinamika yang terjadi pada pemberlakuan ketentuan itu. ''Ada beberapa hal yang perlu dikaji terkait dampak kepada pekerjanya bila ketentuan tersebut diberlakukan,'' paparnya.

Berdasarkan data yang dihimpun KPPBC, puluhan pabrikan rokok di wilayah kerjanya hingga akhir tahun lalu tidak dapat memperpanjang nomor pokok pengusaha barang kena cukai (NPPBKC). Pasalnya, sebagian tidak dapat memenuhi ketentuan mengenai luasan brak. ''Kami akan tetap mengupayakan hal tersebut,'' ungkapnya.

( Anton WH / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 09:56 wib
Dibaca: 106
27 Mei 2012 | 09:40 wib
Dibaca: 88
27 Mei 2012 | 09:10 wib
Dibaca: 115
27 Mei 2012 | 08:55 wib
Dibaca: 136
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER