
SEMARANG, suaramerdeka.com - Para petani tembakau di Klaten beranggapan bahwa Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dialokasikan dalam bentuk bantuan oven tembakau belum tepat sasaran. Bantuan oven tembakau yang dibagikan oleh Provinsi Jateng seharusnya diberikan kepada daerah-daerah yang berkompeten menghasilkan tembakau unggulan.
Hal ini disampaikan Humas Asosiasi Petani Tembakau Indonesia DPC Klaten, Juwandi PA di suaramerdeka.com, Semarang, Kamis (5/1). Menurutnya, Kabupaten Klaten yang seharusnya layak mendapatkan bantuan tersebut justru dilewatkan.
"Saya berharap pemerintah memberikan bantuan tersebut kepada daerah-daerah yang berkompeten dalam produksi tembakau unggulan, seperti di Klaten. Mengapa justru Purworejo yang diberikan, padahal di sana masih banyak petani yang awam dengan tembakau," paparnya usai mendatangi Dinas Perkebunan Propinsi Jateng.
Juwandi menambahkan, selama ini yang menjadi keistimewaan Kabupaten Klaten adalah mampu memproduksi lima jenis tembakau unggulan, yakni rajangan, asepan, virginia, vorstenland VBN dan vorstenland No. Karena mampu memproduksi lima jenis tembakau sekaligus, kabupaten ini menjadi barometer perkebunan tembakau di Jateng.
( Diantika PW / CN27 / JBSM )