
WASHINGTON, suaramerdeka.com - Perusahaan Boeing pada hari Rabu kemarin mengatakan akan menutup pabriknya di Wichita, Kansas yang mempekerjakan 2.160 orang. Pengumuman ini sekaligus menjadi pertaruhan atas kemarahan politik perusahaan yang sedang mempersiapkan diri untuk mengalihkan produksi psawat berukuran besar ke tempat lain.
Pabrik ini adalah pusat dari operasi untuk program pesawat jumbo B-52 dan 767 dan rencananya akan ditutup pada akhir tahun 2013. "Keputusan untuk menutup fasilitas Wichita menjadi pilihan sulit bagi kami," kata juru bicara Boeing, Bass Markus, yang beralasan bahwa keputusan tersebut berdasarkan pada penilaian perusahaan terhadap situasi pasar yang ada saat ini dan masa depan.
Pengumuman itu muncul kurang dari setahun setelah Boeing mengalahkan raksasa Eropa, kelompok EADS-Airbus untuk kontrak sebesar 30 miliar dalam penyediaan 179 unit pesawat pengisi bahan bakar untuk Angkatan Udara berbadan besar.
Pada saat itu, Boeing menyatakan bahwa kontrak tersebut akan menciptakan sekitar 7.500 lapangan kerja di Kansas. Boeing juga menyebutkan bahwa terlalu dini untuk mengatakan apakah proporsi pekerjaan akan hilang begitu saja terkait rencana penutupan fasilitas produksi ini. Pekerja yang ada di Kansas akan dipindahkan ke fasilitas produksi lain, begitu juga dengan pemasok yang ada di Kansas.
"Meskipun nantinya perusahaan akan berfokus pada produksi pesawat jumbo KC-46 yang akan dilakukan di Puget Sound, negara bagian Washington, 24 pemasok dari Kansas tetap akan menyediakan unsur-unsur penting yang dibutuhkan seperti yang direncanakan semula," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan.
( AFP , Yuska / CN14 )