
NEW YORK, suaramerdeka.com - Saham Yahoo pagi ini dibuka turun, bereaksi terhadap keputusan Yahoo! Inc. yang akan mengangkat Scott Thompson, mantan Presiden PayPal, menjadi CEO baru mereka.
Ini bukanlah sebuah dakwaan bagi Thompson, tetapi pria 54 tahun ini relatif tidak dikenal, sehingga para investor masih mencoba untuk mencari tahu siapa dia. Pada pandangan pertama investor, Thompson layaknya hanya seorang "produk", bukan orang "media", dan bisa menjadi sebuah kesalahan di masa mendatang. Para investor berharap lebih untuk CEO Yahoo yang baru, di tengah-tengah resesi penurunan "pamor" global untuk layanan internet yang dialami Yahoo beberapa tahun terakhir oleh persaingan dengan raksasa internet lainnya, Google.
Sebelumnya Yahoo memiliki misi untuk menjadi raksasa teknologi, tetapi saat ini faktanya menyebutkan bahwa Yahoo besar sebagai perusahaan media global. Kekhawatiran investor bertambah saat mengetahui latar belakang Thompson yang tidak memiliki pengalaman media ataupun iklan, sedangkan saat ini pendapatan utama Yahoo adalah dari iklan dan kontennya sebagai sebuah perusahaan media.
Gambaran lebih besar dari sudut pandang investor bahwa empat bulan lalu, manajemen Yahoo telah merumuskan rencana baru dan akan membawa perusahaan kembali pada jalurnya. Ini ditandai dengan pemecatan Carol Bartz sebagai CEO dan memutuskan untuk menjual aset-asetnya yang ada di Asia.
Keputusan perusahaan pada waktu itu membuat pasar bereaksi dengan naiknya harga saham Yahoo dari 13 dolar menjadi 16 dolar per lembarnya atau naik 20%, sebagai bentuk dukungan terhadap keputusan perusahaan.
( BusinessInsider , Yuska / CN14 )