
CARACAS, suaramerdeka.com - Badan arbitrase internasional telah memenangkan tuntutan pihak Exxon Mobil Corp hampir senilai 908 juta dolar dalam perselisihan dengan pemerintahan Venezuela, sebagai bentuk kompensasi atas proses nasionalisasi aset-aset Exxon di salah satu negara Amerika Latin tersebut, Minggu (1/1).
Exxon Mobil mencari dukungan hukum arbitrase setelah pemerintah Presiden Hugo Chavez menasionalisasi proyek minyak di negara itu pada tahun 2007. Keputusan dari International Chamber of Commerce menegaskan bahwa, "Perusahaan minyak negara Petroleos de Venezuela SA (PDVSA) tidak memiliki kewajiban kontraktual untuk Exxon Mobil," kata juru bicara Exxon, Patrick McGinn.
McGinn menambahkan, badan arbitrase internasional mengabulkan tuntutan Exxon sebesar 907,588 juta dolar.
Terpisah, pejabat Venezuela tidak mau berkomentar terkait keputusan hukum arbitrase internasional tersebut. "Pemerintah Venezuela tidak berwenang untuk mengambil alih aset perusahaan, karena semua terjadi akibat kegagalan PDVSA dalam mematuhi ketentuan-ketentuan kontrak yang menimbulkan kompensasi bagi Exxon Mobil," kata McGinn.
Perusahaan minyak rekanan Exxon, Irving Oil, yang berbasis di Texas belum mengumumkan berapa banyak nominal yang seharusnya menjadi kompensasi yang seharusnya mereka peroleh. McGinn mengatakan bahwa perusahaan menerima keputusan baru pada Jumat pekan lalu dan sampai saat ini masih mengkaji lebih dari 400 halaman keputusan yang dikeluarkan oleh badan arbitrase internasional yang keputusannya bersifat mengikat.
( AP , Yuska / CN14 )