
WASHINGTON, suaramerdeka.com - Booming pembelian jet tempur AS oleh negara-negara Timur Tengah akan menjadi titik terang terhadap harapan perekonomian AS yang lesu pada tahun 2012. Bahkan proses tersebut akan menjadi sebuah penawaran pembayaran dividen kepada beberapa produsen peralatan militer terkait kampanye Presiden Barack Obama untuk masa jabatannya yang kedua.
Beberapa produsen pesawat tempur termasuk Lockheed Martin Corp dan Boeing Co, yang masing-masing memproduksi F-16 dan F-15 untuk rencana perpanjangan penjualan pemerintah AS untuk negara-negara Teluk seperti Irak, Arab Saudi dan Oman. Pernyataan itu disampaikan pemerintah AS beberapa pekan terakhir sebelum tahun 2011 berakhir.
Penjualan ke pihak asing ini juga akan membantu mengimbangi pemotongan besar-besaran yang diharapkan pada proses pembelian oleh Departemen Pertahanan, yang sebelumnya diperkirakan kehilangan dana setidaknya sebesar 450 miliar dolar yang diproyeksikan untuk belanja Departemen Pertahanan pada 2021 sebagai bagian dari pengurangan defisit anggaran.
Penjualan jet tempur, rudal dan senjata canggih AS lainnya akan membantu menyediakan lapangan pekerjaan baru sebagai bagian kampanye pemilu pemerintahan Obama yang diharapkan fokus pada masalah perekonomian domestik, walaupun hal ini hanya setengah langkah yang diperlukan untuk mendapatkan tingkat penurunan pengangguran dari angka 8,6 persen yang ada saat ini.
Diberitakan, pemerintahan Obama pekan lalu mengumumkan bahwa pemerintah AS telah menyepakati rekor kontrak senilai 29,4 miliar dolar untuk penjualan F-15 dari Boeing ke Arab Saudi, yang diharapkan dapat mendukung peningkatan nilai ekspor. Pengiriman 84 unit F-15, jet tempur paling canggih saat ini, yang diharapkan akan dimulai pada tahun 2015 dengan penambahan upgrade untuk 70 unit lainnya yang sudah ada mulai 2014.
( Reuters , Yuska / CN14 )