
JEPARA, suaramerdeka.com – Pendistribusian beras untuk masyarakat miskin (Raskin) ke-13 yang dilakukan Bagian Perekonomian Pemkab Jepara masih belum tuntas. Hingga saat, dari 16 kecamatan di Jepara masih ada Kecamatan Karimunjawa yang belum tersalurkan. Selain karena faktor kondisi laut, juga terkait penyediaan transportasi oleh Bulog.
Kabag Perekonomian Salembayong menjelaskan tepat akhir tahun 2011 sebenarnya direncanakan tuntas dengan menyalurkan ke Kecamatan Pecangaan, Keling, dan Karimunjawa. Tapi, karena ada perbedaan transportasi untuk di Karimunjawa sehingga ada penundaan. ’’Pihak Bulog sedang mengajukan anggaran untuk penyaluran ke Karimunjawa,’’ ucapnya.
Dengan kondisi itu, lanjut Salembayong, Bupati Jepara Hendro Martojo menyarankan agar soal alokasi dana untuk transportasi ke Karimunjawa bisa diurus belakang. Artinya, yang penting Raskin bisa sampai dulu ke masyarakat Karimunjawa, yang mana hal itu baru diupayakan dan semoga bisa segera terealisasi.
Disinggung pembayaran Raskin yang sebesar Rp 1.600 per kilogram, Salembayong menjelaskan untuk penyaluran pada Desember 2011 sudah beres. Adapun untuk pembayaran Raskin ke-13 diberi kesempatah hingga 7 Januari 2012 untuk melunasi. "Kami beri kesempatan untuk melunasi H+7 setelah beras dikirim," imbuhnya.
Salembayong menambahkan pada pelaksanaan Raskin pada 2012 akan dilakukaan rapat koordinasi evaluasi berdasar pada penyaluran tahun lalu. Meski belum ada kepastian kapan dilakukan, evaluasi penting untuk pelaksanaan distribusi Raskin yang lebih baik dalam teknis penyaluran maupun pembayaran.
"Kalau bicara evaluasi semua akan dibahas seperti penyaluran dan pembayaran agar semkain baik pada 2012. Seperti penyaluran agar setiap rumah tangga sasaran (RTS) bisa mendapatkan 15 kilogram. Kemudian pembayaran juga diharapkan bisa tepat waktu sehingga tidak terjadi tunggakan," urai Salembayong.
Pada tahun lalu, penerima penerima Raskin di tiap bulannya sebanyak 85.156 RTS dengan jumlah beras sebesar 1.277.340 kilogram. Penerima Raskin ke-13 juga sama. Tapi, untuk penerima Raskin pada tahun ini belum ada kepastian karena masih menunggu dari Badan Pusat Statistik (BPS).
( Akhmad Efendi / CN26 / JBSM )