
MAGELANG, suaramerdeka.com - Harga tomat di tingkat petani di wilayah Kabupaten Magelang naik sampai tujuh kali lipat. Jika sebelumnya harga tomat hanya di kisaran harga Rp 1.000 - Rp 1.500 maka kini melonjak sampai Rp 9 ribu per kilogram.
Kenaikan harga ini disambut hanya para petani di lereng Gunung Merapi. Menurut mereka harga tomat pernah mencapai titik terendah seusai erupsi Gunung Merapi akhir 2010. Saat itu, harga tomat sempat menyentuh harga Rp 500 per kg.
Menurut Sri Nartiyah, salah satu petani, harga tomat terus merangkak naik dalam sebulan terakhir. Hampir setiap hari terjadi kenaikan harga. "Sekarang sudah Rp 9 ribu per kilogram. Semoga terus naik," kata Sri Nartiyah.
Sayangnya, kata Sri, hasil panen tomat kali ini tidak sebaik tahun lalu. Banyak buah tomat yang membusuk akibat terkena hujan terus menerus. Selain itu bunga dan bakal buah juga banyak yang rontok. Sri mengatakan intenstitas hujan yang tinggi membuat banyak tanaman tomat kurang produktif.
Hal ini membuat banyak petani di ereng Gunung Merapi enggan menanam tomat. "Biasanya jika musim hujan tanaman tomat rentan terhadap serangan penyakit meski harga jualnya sangat menguntungkan," kata dia.
Sementara itu, salah satu pedagang sayur Suripto mengatakan bahwa meski harga tinggi namun pasokan tomat dari petani sangat terbatas. Akibatnya, permintaan dari konsumen tidak semuanya bisa terpenuhi. Para pedagang bahkan sampai terpaksa mendatangkan tomat dari luar daerah dan menjualnya dengan harga Rp 9 ribu per kilogram. "Pasokan tomat minim tak seimbang dengan permintaan pasar," kata Suripto.
Suripto memperkirakan kenaikan harga tomat ini akan berlangsung lama mengingat kendala cuaca. Apalagi mulai pertengahan bulan Januari kawasan sekitar lereng Gunung Merapi akan memasuki puncak musim hujan sehingga banyak petani sayuran akan mengalami gagal panen.
( MH Habib Shaleh / CN26 / JBSM )