
SEMARANG, suaramerdeka.com - Penangkapan tiga teroris di Pasar Mangkang, Semarang memang masih disangkal pihak kepolisian. Namun sejumlah warga setempat mengaku melihat pasukan Densus 88 menyambangi daerah sekitar Mangkang.
Tak sekadar datang, beberapa anggota Densus bahkan mendatangi Panti Asuhan Darul Hadlonah di Jalan Koptu Suyoni RT 02 RW 04, Wonosari, Mangkang, Ngaliyan.
"Memang ada pasukan Densus 88 dan polda yang datang ke panti itu. Tapi itu sudah seminggu lalu Kamis (22/12) siang hari," kata Jito (31) penjual mi ayam di depan Pasar Mangkang, Sabtu (31/12) siang.
Pasukan gabungan yang menumpang satu mobil itu disaksikannya langsung masuk ke dalam panti asuhan. Tapi untuk apa yang terjadi di dalam panti asuhan tersebut, Ia tidak mengetahui pastinya. "Ada penangkapan atau tidak saya kurang tahu. Dengar-dengar sih introgasi saja," lanjutnya.
Meski begitu, menurutnya selama ini di wilayah yang ditinggalinya tidak ada yang mencurigakan. Sedangkan panti asuhan yang diintrogasi, selama ini hanya menampung anak-anak yang kehidupannya kurang mampu. Bahkan untuk aktivitas di panti tersebut juga tak ada yang patut dicurigai. Karena hampir semua warga tahu pasti berbagai aktivitas di dalam panti tersebut.
Seperti diberitakan, Detasemen Khusus 88 Anti Teror dilaporkan menangkap seorang ‘calon pengantin’ bom bunuh diri di kawasan Pasar Mangkang, Semarang, Kamis (29/12) sekitar pukul 23.00 WIB. Selain menangkap si ‘calon pengantin’, Densus 88 juga menangkap seorang yang berperan sebagai pencuci otak calon pengantin dan seorang ahli bom. Ketiganya sudah dibawa ke Jakarta.
Informasi yang dihimpun, pelaku ditangkap beserta barang bukti. Sedianya bom akan diledakkan pada malam Natal di GKI Semarang. Namun karena pada malam Natal penjagaan aparat cukup ketat, pelaku tidak berhasil menjalankan misinya. Dan dimungkinkan bom tersebut akan dieksekusi pada malam perayaan tahun baru.