
AJARI MEMBATIK: Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Anak dan Kesejahteraan Rakyat DPP PDIP Jateng Sri Ruwiyati mengajari membatik ibu rumah tangga di Panti Marhaen Semarang, Jumat (30/12). (suaramerdeka.com/Royce Wijaya)
Semarang, suaramerdeka.com - Seorang ibu rumah tangga, Farida (33) asal Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang tampak antusias memegang canting untuk membatik di kain berwarna putih. Mereka dengan sabar dan telaten tampak berhati-hati untuk menggoreskan canting dalam kain tersebut. Meski belum memiliki pengalaman membatik, namun Farida beserta ratusan ibu-ibu lainnya terlihat mudah mengikuti langkah-langkah proses pembuatan batik tersebut.
Kegiatan yang berlangsung di Panti Marhaen Semarang, Jumat (30/12) itu bukan merupakan lomba, melainkan seminar dan pelatihan membatik. Adapun, pelatihan bertemakan "Perempuan Membangun Bangsa dengan Ekonomi Kerakyatan" yang diikuti 200 orang ibu-ibu itu digelar Bidang Pemberdayaan Perempuan Anak dan Kesejahteraan Rakyat DPP PDIP Jateng.
Pelatihan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-83 tersebut dipandu oleh Ketua Paguyuban Pecinta Batik Jateng Dewi Tunjung.
Selain ibu rumah tangga, peserta yang ikut latihan membatik adalah anggota Bidang Pemberdayaan Perempuan dari seluruh DPC PDIP se-Jateng.
Ketua Panitia Seminar dan Pelatihan, Sri Ruwiyati menyatakan, seminar dan pelatihan ini bertujuan untuk melatih keterampilan membatik serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan para ibu rumah tangga, khususnya di Kota Semarang. Keterampilan membatik dipilih karena batik terus digemari masyarakat.
"Membatik tidak sulit, kuncinya harus sabar dan telaten. Peserta mendapatkan pembelajaran teori dan praktek, harapan kami para ibu rumah tangga nantinya bisa berwirausaha sendiri untuk mencari penghasilan tambahan," kata Ruwiyati yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Anak dan Kesejahteraan Rakyat DPP PDIP Jateng dan anggota Komisi A DPRD Jateng tersebut.
Keterampilan ini juga diharapkan bisa dikembangkan supaya pelatihan nantinya tak sia-sia dan kemampuan ibu-ibu semakin terasah lagi.
( Royce Wijaya / CN32 / JBSM )