panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
30 Desember 2011 | 11:55 wib
2011, Ketenagakerjaan dan Kemiskinan Indonesia Masih Bermasalah


YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Memasuki akhir tahun 2011, bidang kesehatan dan ketenagakerjaan di Indonesia masih banyak menyisakan masalah. Tidak terkecuali di Provinsi DIY, di mana dalam bidang kesehatan juga banyak menyimpan persoalan.

Persoalan kedua bidang tersebut, datang silih berganti seolah tidak ada solusi untuk menyelesaikannya. Pemerintah SBY-Boediono dianggap tidak mampu untuk mengatasi berbagai persoalan kesehatan dan ketenagakerjaan saat ini.

"Persoalan ini masih diperparah dengan soal pengangguran yang jumlahnya cenderung meningkat," kata Yuni Satia Rahayu SS MHum, Wakil Ketua Bidang Kesehatan dan Tenaga Kerja DPD PDIP DIY dalam siaran persnya yang diterima Suara Merdeka, Jumat (30/12) dalam refleksi akhir tahun DPD PDIP DIY.

Berdasatkan data tahun 2010, lanjut Yuni, di DIY menunjukkan bahwa angka angkatan kerja mencapai 2,07 juta orang. Jumlah itu, bertambah sekitar 50 ribu orang dibanding angkatan kerja pada Agustus 2010 yang sebanyak 2,02 juta orang atau bertambah 18 ribu orang dibanding Februari 2010.

Dari jumlah angkatan kerja tersebut, lanjut dia, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di DIY hingga Februari 2011 sebesar 6,02 persen atau sebanyak 124,4 ribu orang atau bertambah 1.400 orang dibandingkan Februari 2010 yang sekitar 123 ribu orang dan naik 3.300 orang bila dibandingkan kondisi Agustus 2010 sebesar 121,1 ribu orang.

Data tersebut, menunjukkan jumlah pengangguran di DIY masih sangat tinggi. Tingginya angka pengangguran di DIY, tidak terlepas dari beberapa hal. Yakni, keadaan pasar tenaga kerja yang belum mampu (menyerap) tenaga kerja secara efisien dan efektif sehingga mengakibatkan banyak tenaga kerja yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Kelebihan tenaga kerja pada suatu lapangan pekerjaan atau suatu daerah belum tentu dapat memperoleh pekerjaan di lapangan pekerjaan lain atau daerah lain. Hal ini sebagian karena kurangnya informasi mengenai kesempatan kerja, atau kurang sesuainya ketrampilan yang tersedia, maupun karena kurangnya tenaga kerja untuk membiayai perpindahan.

Selain masalah jumlah pengangguran yang masih tinggi, tingkat perlindungan tenaga kerja juga masih rendah. Salah satunya berkaitan dengan masalah rendahnya Upah Minimum Regional (UMR), sistem kerja kontrak dan outsourcing yang penerapannya makin meluas ke bidang yang lain.

Selain itu, DPD PDIP DIY juga menyerukan kepada pemerintah untuk lebih banyak memfasilitasi tersedianya fasilitas pelayanan kesehatan (oleh pemerintah maupun swasta) terutama di daerah pedesaan sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat umum.

"Yang lebih penting lagi, pemerintah harus sanggup memberikan fasilitas kesehatan gratis kepada masyarakat miskin di semua rumah sakit baik rumah sakit pemerintah maupun swasta dan Puskesmas," tandasnya.

( Sugiarto / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 34532
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 35792
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 36083
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 40164
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 35227
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER