panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
29 Desember 2011 | 17:28 wib
Beras untuk Warga Miskin Dicuri

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Beras untuk warga miskin sebanyak 495 kilogram yang akan dibagikan kepada warga kurang mampu di Desa Wonorejo, Kecamatan Kajen, Kamis (29/12) pukul 03.00 dini hari dicuri. Hal demikian mengakibatkan pembagian raskin yang dijadwalkan hari ini ditunda.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, pada Rabu (28/12) Pemerintah Desa Wonorejo memperoleh jatah beras raskin ke-13 sebanyak 208 kantong atau 3.120 kilogram. Kemudian, beras itu langsung dibagikan kepada warga sebanyak 63 kantong, adapun perkantongnya adalah 15 kilogram.

Namun, karena saat pembagian hujan lebat mengguyur daerah Kota Santri, akhirnya petugas dari pemerintah desa tersebut memutuskan untuk menghentikan pembagian serta dilanjutkan keesokan harinya. Beras tersebut disimpan di balai desa. Tetapi, ketika perangkat desa melakukan pengecekan mendapati jumlah beras berkurang atau hilang sebanyak 33 kantong yang seharunya berjumlah 145 kantong. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Kajen.

Kapolres Pekalongan AKBP Hanif SIK melalui Kapolsek Kajen AKP Zarkonil Khozib ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa itu. Ia mengungkapkan, perangkat desa mengetahui hilangnya beras raskin tersebut pada Kamis (29/12) pukul 07.00, namun baru dilaporkan ke Polsek Kajen pada pukul 11.00.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan AKP Djoko Suradji menambahkan, hilangnya beras raskin di Desa Wonorejo, Kecamatan Kajen diduga akibat dicuri. Pihaknya menduga, pencuri masuk ke balai desa melalui pintu belakang, kemudian keluar melalui pintu depan.

Dia mengemukakan, berdasarkan pemeriksaan tempat kejadian pekara (TKP) pintu bagian belakang balai desa tidak dikunci hanya diganjal dengan papan kayu, sehingga ketika didorong pintu langsung terbuka. "Balai desa juga tidak ada penjaganya serta bagian depan penerangannya tidak menyala. Kasus itu sekarang masih diselidiki," ungkapnya.

Agar peristiwa serupa tidak terulang kembali, dirinya mengimbau agar seluruh balai desa di wilayah Kabupaten Pekalongan dilengkapi alat pengaman tambahan dan disediakan penjaga malam. "Beras itu merupakan amanat dari rakyat, sehingga harus dijaga dengan sungguh-sungguh," tandasnya.

( Agus Setiawan / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 09:40 wib
Dibaca: 16
27 Mei 2012 | 09:10 wib
Dibaca: 93
27 Mei 2012 | 08:55 wib
Dibaca: 105
27 Mei 2012 | 08:45 wib
Dibaca: 76
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER