
BANDUNG, suaramerdeka.com - Mayoritas calon haji Indonesia, yaitu 34,23 persen berpendidikan SD dan yang sederajat. Walaupun demikian ada peningkatan yang signifikan dari mereka yang berpendidikan Sarjana (S1), yaitu 19,41 persen. Meningkat dari angka tahun sebelumnya yaitu 11,38 persen.
Demikian dikatakan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Dirjen PHU Kemenag) H Slamet Riyanto, siang ini.
"Dari 1.552.063 orang yang telah terdaftar, 34,23 persen berpendidikan SD. Alhamdulillah yang Sarjana meningkat. Namun komposisi berdasarkan pendidikan ini tetap merupakan keunikan tersendiri," kata Slamet dalam acara Evaluasi MCH di Grand Aquila, Pasteur, Bandung, siang ini.
Peringkat kedua diduduki mereka yang berpendidikan SMA sederajat yaitu 24,35 persen. Yang berpendidikan SMP sederajat 12,27 persen, menduduki peringkat keempat. Kelima, Sarjana Muda atau D3 sebanyak 6,48 persen dan keenam S2 sebanyak 2,86 persen, serta peringkat ketujuh S3, sebanyak 0,17 persen. "Yang tidak sekolah dan buta huruf 0,20 persen," kata Slamet.
Dia berharap yang berpendidikan Sarjana serta Sarjana Muda yang jumlahnya relatif banyak juga, bisa menyebar secara merata di kloter-kloter yang ada, sehingga bisa memotivasi agar para jemaah lebih tertib dan teratur. Namun demikian hal tersebut tetap tidak mudah.
"Tidak mudahnya karena walaupun pendidikannya tinggi, tapi mereka kan baru pertama kalinya naik haji. Baru kali pertama ke luar negeri. Jadi sama-sama baru pengalaman pertama. Namun dengan pendidikannya yang tinggi, kami harapkan sudah lebih baik untuk mempersiapkannya. Sudah aktif bertanya saat bimbingan, dan bisaa ditiru yang lain," papar Slamet.
( Hartono Harimurti / CN26 / JBSM )