
SOLO, suaramerdeka.com - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Surakarta menganggarkan dana sebesar Rp 1 miliar untuk memfasilitasi pameran produk UMKM. Pameran difokuskan untuk dilaksanakan di dalam negeri.
"Produk UMKM untuk menembus pasar ekspor terbilang sulit. Karena itu, tahun depan kami tidak mengajukan anggaran untuk menjadi peserta di pameran di luar negeri. Kecuali, ada fasilitasi dari kementerian," papar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Nur Haryani saat ditemui, Kamis (29/12).
Lagipula, pasar domestik di dalam negeri masih sangat terbuka lebar untuk digarap. Terutama di luar Jawa. Pulau seperti Kalimantan dan Sumatera adalah pasar yang menjanjikan sebagai sarana pemasaran produk UMKM Solo.
Sejumlah pameran besar, sudah masuk dalam daftar yang akan diikuti. Pihaknya mencatat, ada delapan pameran yang sudah diajukan untuk bisa didanai. Mulai dari International Handicraft Trade Fair (Inacraft), serta Pameran Produk Ekspor (PPE), Pameran Small Medium Enterprises and Cooperatives (Smesco), Pameran Hari Koperasi Nasional, serta Jateng Fair.
Jumlah dana tersebut, jauh lebih besar dibanding anggaran tahun ini yang hanya senilai Rp 800 juta. Nur berharap, nantinya UMKM bisa lebih kreatif dalam menghasilkan produk agar bisa dipromosikan ke level yang lebih tinggi.
"Produk menjadi kriteria utama kami untuk melakukan seleksi peserta pameran. Namun, akan kami upayakan agar masing-masing UMKM di Solo memiliki kesempatan yang sama untuk berpromosi," terang dia.
Sebelumnya, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Surakarta, Winoto menjelaskan, tahun depan pihaknya menganggarkan dana pameran sebesar Rp 900 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk mengikuti empat pameran besar.
Tiga di antaranya dihelat di Jakarta, seperti International furniture and Craft Fair Indonesia (Iffina), International Handicraft Trade Fair (Inacraft), serta Pameran Produk Ekspor (PPE). Satu pameran lain akan digelar di Bali, yakni Trade-Investment and Tourism Expo (Titex).
"Kami juga akan mengikutkan pelaku usaha di Solo untuk pameran di luar negeri. Sejauh ini, belum diputuskan mana pameran yang akan dibidik. Nanti disesuaikan saja dengan undangan yang masuk," tukasnya.
Keduanya berharap, pengajuan anggaran tersebut bisa lekas disepakati. Sebab, keikutsertaan pameran telah menjadi sarana promosi yang efektif bagi pelaku usaha.
( Astuti Paramita / CN32 / JBSM )