panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
29 Desember 2011 | 13:46 wib
Tim Terpadu Lakukan Pemantauan
Jelang Tahun Baru, Harga dan Stok Barang Aman

KULONPROGO, suaramerdeka.com – Menjelang tahun baru 2012 tim terpadu Pemerintah Provinsi DIY melakukan pemantauan harga dan stok barang di sejumlah pasar. Meski terpantau adanya kenaikan harga namun tim menilai masih dalam batas wajar sehingga masyarakat tidak perlu menimbun barang.

Kepala Bagian Administrasi Kebijaksanaan dan Produktivitas pada Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam DIY, Sultoni Nurifai mengatakan, menjelang tahun baru ini pihaknya memang melakukan pemantauan dalam tim terpadu untuk mengetahui kondisi harga dan stok barang.

Selain melakukan pemantauan di Pasar Wates (Kulonprogo) dan Beringharjo (Kota Yogyakarta), Kamis (29/12), tim juga telah melakukan pemantauan di Pasar Argosari (Gunungkidul) dan Lempunyangan (Kota Yogyakarta). Dalam pemantauan itu juga disertakan tim dari Bidang Peternakan Dinas Pertanian DIY untuk menguji kualitas daging, baik sapi, ayam, maupun ikan.

"Kesimpulannya untuk beras dan lainnya harganya masih relatif stabil. Beras IR 64 dengan harga Rp 7400/kg, mentik wangi Rp 8.300, gula pasir Rp 10 ribu, telur ayam Rp 15 ribu. Minyak goreng curah dan lainnya kisaran Rp 10 ribu dan stok cukup banyak menjelang tahun baru, tidak mengalami kenaikan yang signifikan," ungkapnya usai memantau di Pasar Wates.

Menurut Sultoni, harga-harga menjelang tahun baru tidak mengalami gejolak, kenaikan masih ditolerir antara Rp 200 – Rp 300. Seperti juga saat dilakukan pemantauan sebelumnya ke pasar di Gunungkidul dan Kota Yogyakarta.

"Stok cukup banyak, masyarakat tidak perlu menimbun barang karena kebutuhan berapa pun di pasar ada. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terkait harga, stok juga tersedia banyak di pasar," tegasnya.

Di Pasar Wates, tim juga memantau tabung Elpiji bersubsidi 3 kg dan harganya stabil, di tingkat pengecer berkisar Rp 13.000-Rp13.500. Menurut Sultoni, uji tabung dari segi persyaratan juga memenuhi syarat, tidak ada yang kadaluwarsa.

"Untuk uji kualitas daging, bagus. Tidak ditemukan ada yang mengandung formalin, baik daging sapi, ayam, maupun ikan. Sangat layak dikonsumsi. Menjelang tahun baru ini tidak ada daging yang kualitasnya dibawah standar," katanya.

Mengenai operasi pasar beras yang dilakukan beberapa waktu lalu, imbuhnya, bukan karena stok kurang tapi karena ada sedikit kenaikan harga. Operasi pasar dilakukan agar harga bisa kembali stabil. Sultoni mengatakan, di Kulonprogo harga beras sudah mulai normal.

"Untuk tahun baru sangat berbeda dengah hari raya, kebutuhan tidak terlalu melonjak dan stok melimpah sehingga harga stabil. Cadangan Bulog sekarang juga bisa mencukupi untuk dua bulan," imbuhnya.

Tim pemantau yang dikoordinir Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam DIY itu antara lain terdiri dari Bulog, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, Dinas Pertanian, Disperindagkop, serta Dinas Kelautan dan Perikanan DIY.

Kenaikan harga yang cukup signifikan terjadi pada daging sapi. Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Wates, Yuli (39) mengungkapkan harga daging sapi naik Rp 4 ribu sejak 25 Desember lalu, dari Rp 65 ribu menjadi Rp 69 ribu.

( Panuju Triangga / CN32 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 09:40 wib
Dibaca: 11
27 Mei 2012 | 09:10 wib
Dibaca: 89
27 Mei 2012 | 08:55 wib
Dibaca: 96
27 Mei 2012 | 08:45 wib
Dibaca: 75
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER