panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
29 Desember 2011 | 11:06 wib
Hajar Pelajar Maling Sandal, Dua Polisi Dibui


JAKARTA, suaramerdeka.com -
Dua orang polisi yakni Briptu Ahmad Rusdi Harahap dan Briptu Simson J Sipayang terpaksa harus meringkuk dibalik kurungan karena menganiaya AAL.

AAL merupakan pelajar SMKN 3 Palu, Sulteng. Pada November 2010 AAL bersama temannya lewat di Jalan Zebra di depan kost Briptu Ahmad Rusdi. Melihat ada sandal jepit, ia kemudian mengambilnya. Pada Mei 2011, Polisi itu kemudian memanggil AAL dan temannya. Menurut Briptu Ahmad, kawan-kawannya juga kehilangan sandal. AAL dan temannya pun diinterogasi sampai kemudian AAL mengembalikan sandal itu.

Selain diinterogasi, AAL juga dipukuli dengan tangan kosong dan benda tumpul. Akibatnya, AAL mengalami lebam di punggung, kaki dan tangan. Kasus ini bergulir ke pengadilan dengan mendudukkan AAL sebagai terdakwa pencurian sandal. Jaksa dalam dakwaannya menyatakan AAL melakukan tindak pidana sebagaimana pasal 362 KUHP tentang Pencurian dan diancam 5 tahun penjara.

Briptu Ahmad Rusdi Harahap kemudian dihukum 7 hari kurungan karena menganiaya AAL. Sedangkan anggota polisi lainya yang ikut memukuli, Briptu Simson J Sipayang, anggota Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), divonis hukuman kurungan 21 hari dan penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun.

"Briptu Ahmad Rusdi Harahap dikenakan sanksi 7 hari ditempatkan di tempat khusus karena terbukti menganiaya AAL," kata Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Soemarno, Kamis (29/12).

Selain itu Briptu Ahmad Rusdi juga dihukum sanksi disiplin dengan dipindahkan dari korps Brimob ke korps Reserse Polres Palu. Briptu Ahmad Rusdi juga mendapat pengawasan melekat selama 3 bulan ke depan.

"Kami telah mendengar semua pihak yang terkait perkara ini. Termasuk keluarga dan masyarakat setempat. Iya, memang Briptu Ahmad Rusdi menganiaya AAL," jelas Soemarno.

Namun tidak menutup kemungkinan akan ada anggota polisi lainya yang akan dikenakan hukuman. Sebab laporan dari masyarakat, AAL dipukuli bergantian. "Anggota lain masih diproses," terang Soemarno.

( dtc / CN32 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
03 September 2014 | 11:36 wib
Dibaca: 19
03 September 2014 | 11:27 wib
Dibaca: 125
image
03 September 2014 | 11:18 wib
Dibaca: 174
03 September 2014 | 11:09 wib
Dibaca: 144
03 September 2014 | 11:00 wib
Dibaca: 212
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER