
PYONGYANG, suaramerdeka.com - Korea Utara memulai upacara pemakaman bagi pemimpinnya yang baru saja meninggal dunia, Kim Jong-il. Upacara pemakaman akan dilakukan selama dua hari dan diperkirakan akan dihadiri ratusan ribu orang di Ibukota Korea Utara, Pyongyang.
Meski begitu, belum diketahui detail mengenai upacara pemakaman. Diperkirakan tidak akan ada delegasi asing yang hadir. Namun, prosesi diperkirakan akan sama seperti yang dilakukan saat upacara pemakaman ayah Kim Jong-Il, Kim Il-Sung pada tahun 1994.
Jika upacara bercermin pada apa yang dilakukan pada 1994 silam, maka diperkirakan Korea Utara juga akan melakukan unjuk kekuatan militer. Tentu saja ini akan diiringi tangisan ribuan warga Korea Utara yang kehilangan pemimpinnya.
Di tahun 1994 silam, Kim Jong-Il tidak terlihat dalam konvoi kendaraan bermotor di upacara pemakaman ayahnya, Kim Il Sung. Karena itu, media pun belum tahu seperti apa peran Kim Jong-Un dalam upacara pemakaman Kim Jong-Il.
Nama Kim Jong-un masuk dalam urutan pertama "komisi pemakaman nasional" yang diterbitkan kantor berita Korea Utara dan komite yang sama turut serta dalam pemakaman Kim Il-sung.
Dua putra Kim Jong-il lainnya bukan anggota komite dan belum terlihat sejak masa berkabung diumumkan. Militer akan memegang peranan besar dalam upacara pemakaman ini.
Media Korea Selatan menyebutkan upacara pemakaman diperkirakan akan dimulai dengan tembakan senjata 24 kali dan disusul dengan parade tentara di pusat ibukota Pyongyang. Foto besar Kim Jong-il diperkirakan akan dipasang. Rakyat akan menunggu di jalan dan sebagian besar wanita mengenakan baju hitam.
Pada hari Kamis (29/12) dijadwalkan akan ada mengheningkan cipta selama tiga menit dan diikuti dengan bunyi klakson kapal dan kereta.
( BBC / CN27 / JBSM )