panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
27 Desember 2011 | 23:59 wib
Akhir Tahun, Harga Sembako Merangkak Naik
image

TATA TOMAT: Pedagang menata buah tomat di Pasar Johar, hari ini (27/12). Harga sayur mayur termasuk tomat ikut merangkak naik. (suaramerdeka.com/Fista Novianti)

 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tingkat konsumsi komoditas sembilan bahan pokok (sembako) yang makin tinggi pada libur akhir tahun ini membuat harga sembako di beberapa pasar tradisional Semarang terus merangkak naik. Diperkirakan kenaikannya akan terus berlangsung hingga pertengahan Januari 2012

Berdasarkan hasil dari pantauan petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng, Selasa (27/12) menyebutkan, dua hari setelah Hari Natal situasi dan kondisi di lima pasar tradisional Kota Semarang yaitu Pasar Johar, Gayamsari, Peterongan, Bulu dan Karangayu cukup normal. Pasokan sembako beberapa komoditi pun dinyatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Antara lain, beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, tepung terigu dan komoditas sayur mayur serta elpiji tiga kilogram semuanya tersedia.

"Dari hasil pantauan tercatat beberapa komoditas seperti beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, ayam, telur ras dominan dikonsumsi masyarakat pada Hari Natal dan Tahun Baru," kata petugas monitoring harga Dinperindag Jateng Aris Junaidi dalam rilis yang diterima Suara Merdeka kemarin.

Hampir semua harga komoditi sembako meroket tajam jika dibandingkan Senin (27/12) lalu. Misalnya harga gula pasir naik sebesar 0,4% atau Rp 40/kg dari Rp 9.320/kg menjadi Rp 9.360/kg. Sementara jenis sayur mayur seperti cabai merah keriting naik 1,8% atau Rp 600/kg dari Rp 34.200/kg menjadi Rp 34.800/kg. Sementara dibandingkan data Dinperindag Jateng pada bulan November 2011 lalu di periode yang sama.

Tercatat, harga beras Cisadane II naik dari Rp 8.300/kg menjadi Rp 8.400/kg, gula pasir dari Rp 9.300/kg menjadi Rp 9.500/kg, telur ayam ras dari Rp 14.500/kg menjadi Rp 15.000/kg. Selain itu, harga sayur mayur seperti cabai meningkat tajam. Seperti cabai merah keriting dari Rp 21.000/kg menjadi Rp 35.000/kg, cabai merah biasa dari Rp 25.000/kg menjadi Rp 35.000/kg, cabai rawit merah Rp 17.000/kg menjadi Rp 26.000/kg. Sementara harga daging sapi justru relatif stabil di Rp 60.000/kg, bawang putih Rp 9.000/kg dan bawang merah Rp 7.000/kg.

Pedagang sembako di Pasar Johar, Didik Sukmadi (27) menuturkan, sudah dua minggu terakhir ini harga telur terus merangkak naik. Kenaikannya bertahap, sekali naik Rp 500/kg. Karena situasinya seperti ini, ada kemungkinan harganya akan terus naik.

Menurutnya, kenaikan seperti harga telur ayam dipicu stok yang kurang dari penyalur. Harga kebutuhan pokok lain yang juga bergerak naik yakni tepung terigu sejumlah merek. Tepung terigu Segitiga Biru saat ini dijual dengan harga Rp 7.500/kg dari harga semula Rp 7.000. Tepung terigu Lencana Merah dari Rp 5.500/kg, kini menjadi Rp 6.000/kg.

"Harga tepung terigu mengalami kenaikan sejak dua hari yang lalu. Kenaikannya langsung tinggi, sebesar Rp 500/kg. Gula merah juga mengalami kenaikan harga dari Rp 9.000/kg menjadi Rp 16.000/kg. Sementara gula pasir masih stabil berada di kisaran harga Rp 10.500/kg," papar Didik.

( Fista Novianti / CN32 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
24 Juli 2014 | 08:37 wib
Dibaca: 79
image
24 Juli 2014 | 08:26 wib
Dibaca: 92
24 Juli 2014 | 08:15 wib
Dibaca: 304
24 Juli 2014 | 08:04 wib
Dibaca: 172
24 Juli 2014 | 07:53 wib
Dibaca: 140
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER