
SEMARANG, suaramerdeka.com - Sejumlah perajin tahu tempe yang tergabung dalam Primer Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia (Primkopti) menerima dana bergulir sebesar Rp 4,5 Miliar oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir Kementerian Koperasi dan UMKM (LPDB-KUMKM).
Ketua Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah H Sutrisno Supriantoro memaparkan, Primkopti yang menerima dana bergulir tersebut diantaranya Primkopti Salatiga, Kendal, Kebumen, Purwodadi, Pati dan Rembang. "Dana bergulir itu digunakan oleh perajin untuk memajukan kelangsungan usaha dalam memproduksi tahu tempe," ujarnya saat pertemuan dengan LPDB-KUKM di kantor Dinas Koperasi dan UMKM Jateng Jalan Sisingamangaraja, Senin (26/12).
Setiap bulannya, masing-masing Primkopti membutuhkan sekitar 300 ton kedelai dengan harga kedelai mencapai Rp 5.700/kilogram. Dana pinjaman bergulir tersebut, lanjutnya, diberikan LPDB tanpa jaminan apapun. Kucuran dana bergulir yang dijembatani pula Dinas Koperasi dan UMKM Jateng itu menerapkan suku bunga relatif rendah hanya 6,5 persen fix selama setahun. Selama tahun 2011 ini, hanya sekitar tujuh Primkopti dari 36 Primkopti se-kabupaten kotamadya di Jateng yang memanfaatkan fasilitas kredit ini.
"Tahun 2012 mendatang, kami menargetkan alokasi LPDB sebesar Rp 25 Miliar untuk 20 Primkopti di wilayah Jateng," kata Sutrisno.
Menurutnya, sebagian besar perajin tahu tempe saat ini menemui banyak kendala. Yakni harga kedelai yang cenderung fluktuatif, keterbatasan modal dan alat produksi hingga semrawutnya tata niaga kedelai. "Selama ini pemerintah tidak menangani langsung tata niaga kedelai. Akibatnya harga kedelai cenderung naik turun tak terkendali sehingga membuat perajin tahu tempe makin terpuruk," paparnya.
Tercatat, anggota Puskopti Jateng mencapai 9.226 orang. Untuk kebutuhan kedelai mereka per bulan sebanyak 6.000 ton. Dengan kebutuhan itu, perajin mampu memproduksi tahu tempe hingga 25.000 ton per bulan.
Direktur Utama LPDB-KUMKM Kemenkop dan UKM Kemas Danial berharap semua Primkopti Jateng bisa memanfaatkan fasilitas kredit dana bergulir dari LPDB-KUMKN. Jumlah penyaluran dan penyerapan dana bergulir telah menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Secara spesifik pada 2008, tercatat 2.721 UMKM LPDB-KUMKM menerima dana bergulir sebesar Rp 35,12 Miliar. Kemudian pada 2009, penyaluran dana bergulir meningkat menjadi Rp 210,42 Miliar yang diserap oleh 89.142 UMKM LPDB tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.
Selanjutnya, pada 2010, dana pinjaman atau pembiayaan yang telah digulirkan LPDB-KUMKM sebesar Rp 410,90 Miliar diserap oleh 42.043 UMKM. Sedangkan untuk tahun 2011, hingga Oktober 2011 lalu tercatat penyaluran dana pinjaman atau pembiayaan LPDB-KUMKM telah terserap dan potensi pencairan mencapai Rp 899 Miliar dari target Rp 1 Triliun.
( Fista Novianti / CN32 / JBSM )