
REMBANG, suaramerdeka.com - Jika saja tak dipergoki Umbar, pamannya, nyawa Riki Rahman mungkin sudah tak terselamatkan. Pemuda warga RT 1 RW 2, Desa Kabongan Kidul, Kecamatan/Kabupaten Rembang itu nekat mencoba bunuh diri dengan menyayat urat nadi tangan kirinya dengan silet.
Aksi nekat pemuda berusia 24 tahun itu kali pertama diketahui Umbar, ketika curiga mendengar keponakannya itu tiba-tiba mengamuk di rumahnya, Senin (26/12) pagi. Saat didekati, pelaku tengah mengamuk sambil mencoba menyayat lengan tangan kirinya.
Tanpa pikir panjang, Umbar lantas menenangkan pelaku sambil mencoba menahan tangan kanan Riki yang terus saja mencoba menyayat tangan kirinya. Dengan kondisi tangan kiri terluka dan masih membawa silet, keponakannya itu justru mendekat ke sumur di sekitar rumah.
"Khawatir akan berbuat lebih nekat, saya pun berupaya merebut silet dan membekap Riki. Namun badannya yang lebih besar, membuat saya kewalahan," katanya.
Meski terus berontak, Umbar berhasil membekap keponakannya walaupun tangan kanannya terkena goresan silet Riki. "Tangan kanan saya terluka saat berusaha membekap Riki, namun tak terlalu parah. Dibantu keluarga yang lain, kami akhirnya berhasil membawa Riki ke rumah sakit karena luka parah di tangannya perlu segera ditangani," katanya.
Umbar menduga aksi nekat keponakannya itu dipicu depresi berkepanjangan yang dialami pelaku. Apalagi belum lama ini dia baru saja keluar dari RSJ Amino Gondohutomo Semarang. Umbar mengatakan, selama ini Riki tinggal bersama neneknya karena kedua orang tuanya bekerja di Jakarta.
( Saiful Annas / CN32 / JBSM )