
JAKARTA, suaramerdeka.com - Kendala mengakses data yang dialami Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam audit forensik kasus Bank Century, rupanya dianggap sebuah hal yang aneh oleh Ketua Kelompok Fraksi PKS Komisi Hukum DPR Aboe Bakar Al Habsy
"Saya jadi teringat logika Pak Busryo Muqoddas, jangan-jangan ada kekuatan besar di balik Century ini. Sebagai lembaga supreme auditor negara seharusnya BPK bisa menembus akses data secara maksimal, sehingga tak seharusnya ada lima hambatan yang muncul," ujarnya, Senin (26/12).
Dia menambahkan, karena permintaan audit tersebut telah berdasarkan penugasan DPR sesuai temuan adanya aliran dana dari kebijakan bailout Century, seharusnya audit BPK tersebut bisa berjalan lancar.
"Apalagi penugasan audit itu berasal dari DPR untuk permasalahan yang bersifat sangat khusus yaitu aliran dana bailout Bank Century. Kalau BPK sebagai supreme auditor, negara tidak bisa menembus hambatan tersebut maka hasil audit tersebut dapat dipastikan sangat dangkal," kata dia.
Dengan hal seperti itu, belakangan muncul dugaan jika BPK ingin "bermain aman" dengan permintaan audit bail out Century oleh DPR. Sebab Ketua BPK saat ini, Hadi Purnomo tengah tersandera dengan kasus yang didera semasa menjabat sebagai Dirjen Pajak.
"Dengan kondisi ini sulit menepis adanya spekulasi bahwa BPK bermain aman, karena sangat kuat dugaan bahwa ketua BPK tersandera dengan kasus yang dimiliki selama menjadi Dirjen Pajak. Kasus SIDJP (Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak) yang saat ini ditangani oleh Jampidsus, telah ada dua orang pegawai pajak yang ditahan dikhawatirkan akan merembet kepada Dirjen Pajak saat itu yang sekarang menjadi ketua BPK," tegasnya.
Maka itu pihaknya berharap Ketua BPK segera dipanggil DPR terkait cara kerja audit tersebut dan membuka dugaan lima hambatan yang ditemui BPK lantaran kasus Ketuanya sendiri.
"Untuk mendudukkan persoalan ini, saya kira DPR dalam hal ini Timwas Century harus memanggil kembali BPK untuk menjelaskan Term of Reference audit forensik dan membuka Kertas Kerja Audit mereka apakah benar bahwa lima hambatan yang mereka sebutkan tersebut benar adanya," tandasnya.
( OKZ / CN26 )