
KUDUS, suaramerdeka.com - Koordinator Koalisi Nasional Peduli Keretek (KNPK) wilayah Kudus, Eny Mardiyanti menuturkan bila dikaji, langkah untuk menghadang RPP Tembakau jelas lebih besar dibandingkan rencana pengalihan usaha.
Pasalnya, mengapa sampai terjadi pengalihan usaha karena adanya kebijakan yang tidak berpihak pada industri rokok itu. "Akar persoalannya memang di regulasi-regulasi soal IHT tersebut," ujarnya, Senin (26/12).
Selain itu, pengalihan usaha hanya merupakan langkah turunan dari akar persoalan itu. Eny memberi gambaran seandainya buruh rokok diberi pelatihan dan sejenisnya, belum tentu mereka akan dapat berkembang dengan usaha barunya.
Misalnya, walaupun para buruh tersebut diberi ketrampilan untuk menjahit atau tata boga, tidak ada pihak yang dapat menjamin apakah usaha tersebut akan langsung dapat digunakan sebagai sumber penghidupan.
Satu catatan lagi, sebagian pekerja rokok usianya banyak yang usianya sudah melewati masa produktif. "Dengan kondisi seperti itu, pengalihan usaha akan sangat sulit dilakukan," jelasnya.
Pada beberapa waktu mendatang, dia menegaskan perlawanan terhadap RPP tembakau akan semakin lantang disuarakan. Apa yang dilakukan kelompoknya pada pekan lalu sebenarnya hanya merupakan pemanasan saja. "Kami tetap akan menentangnya," tandasnya.
( Anton WH / CN26 / JBSM )