
SEMARANG, suaramerdeka.com - Perayaan Hari Natal kali ini menjadi duka yang tak terbayangkan bagi keluarga Endang Susanti (60). Warga Genuk Baru RT 07 RW 07 Tegalsari, Candi Sari itu kehilangan putranya Stefanus Setyo Budi Utomo (32) yang bunuh diri dengan terjun ke sumur sedalam 35 meter.
Setyo adalah putra kedua Endang. Dia menderita stroke sejak tujuh tahun silam. Endang yang menjadi single parents sejak ditinggal suaminya beberapa tahun lalu merawat Setyo sendirian. Diduga, korban nekat bunuh diri karena tidak kuat menahan sakit stroke yang dideritanya.
Aksi nekat Setyo diketahui Endang sendiri Minggu (25/12) dini hari. Sekitar pukul 01.00 WIB, Endang terbangun dari tidurnya karena kebelet buang air kecil. Ketika menuju kamar mandi yang terletak di bekalang rumah, dia curiga melihat pintu belakang sudah terbuka. Kecurigaan bertambhah kuat saat mengetahui mulut sumur yang terletak di sebelah kamar mandi sudah tak berpenutup.
"Pintu belakang itu sudah saya tutup sebelum tidur. Sumur itu juga selalu ditutup seng, tapi kok saya lihat sengnya sudah tidak ada," ujar pemeluk Katolik taat itu dengan mata berlinang.
Firasat buruk langsung menghampiri Endang. Dia pun bergegas menuju kamar Setyo. Sesampai di kamar, Endang panik karena tak menemukan putranya di sana. Seorang diri dia mondar mandir berkeliling rumah mencari tapi tidak ketemu. "Saya sempat duduk didepan rumah sampai adzan subuh. Terus saya telpon kakaknya Setyo, di telpon saya bilang kalau firasat saya mengatakan Budi njegur (terjun)sumur," katanya.
Tak beberapa lama, anak pertamanya datang dan langsung menghampiri sumur. Yakin adiknya ada di dalam sumur, dia meminta pertolongan warga sekitar. Polisi yang dihubungi kemudian datang bersama petugas Basarnas Semarang. Sumur yang lebarnya kurang dari satu meter itu sempat menghambat proses evakuasi. Sekitar pukul 09.30 WIB, korban berhasil diangkat dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Melihat jenazah anaknya, tangis Endang langsung pecah. "Dia sering ngeluh dan sepertinya depresi dengan sakitnya. Tapi saya tidak menyangka dia bisa nekat begini," katanya dengan linangan air mata yang tak putus.
Dari pemerikasaan tim medis, Setyo dipastikan meninggal bunuh diri. Tak ada tanda-tanda kekerasan fisik selain luka di kepala belakang yang diduga akibat benturan dengan tembok sumur. Jenazahnya langsung dikebumikan di pemakaman setempat, siang tadi.
( Anton Sudibyo / CN27 / JBSM )