
SOLO, suaramerdeka.com - Ada tiga seni warisan budaya bangsa Indonesia yang diakui dunia. Yakni wayang, keris, dan batik. Organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) UNESCO, mengukuhkan keris sebagai warisan budaya lisan dan tak benda karya kemanusiaan (oral anda intangible heritage of humanity) 25 Nopember 2005.
Itu dilakukan setelah sebelumnya, pada tahun 2003, UNESCO melalui markasnya di Paris Perancis, mengukuhkan wayang kulit (wayang purwa) sebagai warisan budaya dunia. enyusul belakangan, seni batik juga diproklamasikan sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia.
Berbicara keris, bersamaan dengan gelar budaya wisata Sura Tahun Wawu 1945 atau Bulan Muharam 1433 H, Minggu (18/12) besok, di objek wisata Waduk Gajahmungkur Wonogiri, akan digelar prosesi kirab dan ritual jamasan pusaka Mangkunegara 1 (RM Said/Pangeran Sambernyawa). Yakni terdiri atas keris pusaka Kiai Korowelang dan Semar Tinandu, serta tombak (Kiai Baladewa, Kiai Totog dan Kiai Limpung), yang diambil dari tugu Nglaroh Kecamatan Selogiri dan rumah tiban Bubakan Kecamatan Girimarto.
''Prosesi kirab maupun jamasan pusaka, semuanya dipusatkan di objek wisata Waduk Gajahmungkur pantai Sendang Asri. Tidak dilakukan kirab dari pendapa Kabupaten,'' tutur Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Olahraga (Disbudparpora) Wonogiri, Drs Pranoto MM. Agenda wisata Bulan Sura ini, didukung sepenuhnya oleh istana Mangkunegaran dan Keraton Surakarta serta komunitas budayawan se Solo Raya. Dari Mangkunegaran mengirimkan pasukan Kawan Dasa Jaya dan prajurit pengusung joli.
Kemudian dari Keraton Surakarta, menurunkan prajurit Sorogenen bersenjata pedang, pasukan Prawira Hutama bersenjata bedhil, dan prajurit Tamtama bersenjata pedang dan keris. Juga diturunkan korps musik (korsik) drum band kuno Keraton Kasunanan Solo, pimpinan komandan prajurit keraton KRAT Wirantodiningrat.
Untuk memeriahkan agenda wisata tahunan ini, digelar demo praktik besalen pembuatan keris oleh Empu Daliman dari Surakarta, yang sekaligus membuka pelayanan jasa jamasan kepada warga masyarakat umum, dan pelayanan 'penangguhing' (tapsir) keris tentang penyebutan pamor, tangguh, dapur, yang sekaligus akan diberikan sertifikat pemilikannya.
Kata Pranoto, banyak orang memiliki keris, tapi tanda bukti itu sebagai keris miliknya, tidak pernah dipunyai. Melalui Empu Daliman, akan diberikan sertifikat tanda pemilikan. Pelayanan pemberian sertifikat pemilikan keris ini, akan dimulai Sabtu (17/12) sampai Senin (19/12) atau selama tiga hari berturut-turut. Kecuali itu, digelar pelayanan ritual ruwatan massal untuk masyarakat umum, juga digelar dengan mementaskan wayang kulit lakon Murwakala oleh empu dalang Ki Sutino Hardoko Carito, dan demo tuntunan melihat dunia lain oleh tokoh supranatural Darmadi dari Solo.
( Bambang Purnomo / CN34 / JBSM )