
SINGAPURA, suaramerdeka.com - Adanya kekhawatiran permintaan karena krisis utang zona euro menunjukkan belum ada tanda-tanda perbaikan memicu penurunan harga minyak turun di perdagangan Asia, Rabu (14/12). Selain itu, hasil dari pertemuan periodik negara-negara anggota OPEC di Wina, masih ditunggu para investor.
Hal itu tetap ditunggu kendati sebagian besar berharap kartel minyak tersebut akan mengumumkan bahwa target produksi yang sekarang akan tetap dipertahankan oleh organisasi itu akan. Kontrak utama New York, minyak mentah jenis light sweet untuk pengiriman Januari turun 31 sen ke posisi US$99,83 per barel.
Adapun minyak mentah Brent North Sea penyerahan Januari turun 34 sen menjadi US$109,16 per barel. "Kekhawatiran makroekonomi yang semakin meluas seputar masih terus berlanjutnya krisis utang di zona eeuro telah menyebabkan harga minyak melemah," kata analis dari Barclyas Capital dalam sebuah komentarnya.
OPEC diminta mempertahankan target produksi saat ini 24,84 juta barel per hari--di mana telah berjalan hampir tiga tahun. Pasalnya OPEC, yang beranggotakan 12 negara dan berbasis di Wina itu, memasok sepertiga dari minyak mentah dunia,
Tetapi dengan estimasi International Energy Agency bahwa produksi OPEC aktual mencapai 30,68 juta barel per hari pada November--jumlah tertinggi dalam lebih dari tiga tahun--kartel itu mungkin harus mengeluarkan suatu pernyataan yang berjanji produksinya akan sesuai dengan kuota.
( Ant / CN26 )