panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
13 Desember 2011 | 23:55 wib
Tangkapan Sedikit, Kapal Nelayan Dijual Murah

TEGAL, suaramerdeka.com - Sejak awal Desember atau memasuki musim baratan, kondisi nelayan kapal tulakan di Pelabuhan Muarareja Kota Tegal memprihatinkan. Beberapa nelayan terpaksa menjual kapalnya karena hanya memperoleh tangkapan sedikit.

Ketua Kelompok Nelayan Muarareja Kastari (51) mengatakan, beberapa nelayan yang melaut hanya mendapat hasil sedikit. Hasil penjualan ikan rata-rata Rp 100.000 hingga Rp 200.000/hari.

Ini jauh berbeda dibanding pada saat kondisi normal yakni Rp 500.000- Rp 600.000/hari. Hasil tangkapan tersebut harus dibagi dengan tiga anak buah kapal (ABK). ”Nelayan mencari ikan di pinggiran dengan jarak satu hingga dua mil dari bibir pantai. Biasanya berangkat pagi dan pulang sore hari,” sebutnya.

Kastari menyebutkan, jumlah perahu di Muarareja ada 120 unit berukuran di bawah lima gross ton (GT). Dari 120 kapal menurut dia hanya 10 persen kapal atau 12 kapal yang melaut. Sementara itu, ada enam kapal yang sudah dijual karena pemilik tidak kuat bertahan.

”Kapal dijual dengan harga Rp 20 juta lengkap dengan alat tangkapnya. Padahal harga di pasaran sekitar Rp 30 juta alias diobral,” terangnya.

Menurut dia, beban nelayan sedikit berkurang dengan adanya bantuan sembako dari KUD Karya Mina. Sembako berisi 10 kg beras, kecap, minyak sayur, gula dan teh senilai Rp 130.000/paket.

Syahbandar Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari Budi Sudadiyono mengatakan, nelayan di Pelabuhan Muarareja semuanya mengandalkan  tangkapan ikan rucah seperti ikan pari, tigawaja, utik (manyung kecil), dan udang. ”Hasil tangkapan berkurang karena udang sudah berkurang. Ini dipengaruhi musim dan penangkapan yang terus menerus,” terang dia.

Nelayan di Muarareja, Abdullah (50) membenarkan bila hasil tangkapan saat ini berkurang. Sehari-hari dia mencari rajungan di Laut Jawa seperti Perairan Tegal, Pekalongan, Semarang dan Jepara. Biasanya sekali melaut butuh waktu lima hari.

Abdullah mengatakan, saat ini tangkapan sepi. Bila sebelumnya dia dapat memperoleh hasil tangkapan 150-200 kg, kini hanya memperoleh 50 kg.Bila dijual Rp 50.000 per kg atau Rp 2,5 juta. Padahal untuk melaut dia membutuhkan modal perbekalan sebesar Rp 1,5 juta - Rp 2 juta, sehingga hasil yang diperoleh hanya pas-pasan.

Dengan berkurangnya hasil tangkapan, ia juga merasa kesulitan mencicil kredit di salah satu lembaga keuangan. Untuk beli mesin kapal dia mengambil kredit sebesar Rp 5 juta dicicil selama dua tahun. Setiap bulan dia harus menyetor Rp 300.000.

( Cessnasari / CN27 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
01 Agustus 2014 | 22:59 wib
Dibaca: 61
01 Agustus 2014 | 22:46 wib
Dibaca: 67
01 Agustus 2014 | 22:33 wib
Dibaca: 65
01 Agustus 2014 | 22:20 wib
Dibaca: 68
01 Agustus 2014 | 22:07 wib
Dibaca: 398
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER