panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
13 Desember 2011 | 23:45 wib
Kesalahan Entry Data Biang Kekacauan BOS



KLATEN, suaramerdeka.com -
Dinas Pendidikan Pemkab Klaten mengakui ­kisruhnya pengiriman dana bantuan operasional sekolah (BOS) di beberapa kecamatan dipicu kesalahan entry data. Untuk itu Dinas me­min­ta semua sekolah yang dana BOS-nya ber­le­bih segera dikembalikan dan yang keku­rang­an segera didata.

”Yang terjadi cuma salah data sebab jumlah siswa dan total dana cocok,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Klaten Drs Sunardi MM. Hal ini dikatakannya usai menghadiri diskusi penyaluran dana BOS yang dilaksanakan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) dan Aliansi Rakyat Antikorupsi Kabupaten Klaten (ARAKK), Selasa (13/12).

Dikatakan, setelah kasus itu mencuat, Dinas menelusuri kejanggalan besaran dana yang ditransfer. Temuannya, ada sekolah kekurangan dana tetapi ada yang kelebihan dananya sejak triwulan pertama. Dinas saat ini sedang mencocokkan selisih dana tersebut sebab sudah masuk akhir tahun anggaran.

Solusi sementara, sekolah yang kelebihan dana diminta mengembalikan dan yang kekurangan diminta melapor. Proses pengembalian dan pelaporan saat ini sedang berlangsung dan diharapkan selesai akhir bulan. Keruwetan dana BOS menurut Divisi Advokasi FITRA Jateng, Badiul Hadi diduga karena lemahny sumber daya manusia (SDM). ”Artinya SDM tidak siap dengan pengelolaan dana BOS,” ungkapnya.

Menurutnya, dari investigasi FITRA di Jateng, mayoritas persoalan dan keluhan seputar dana BOS adalah telatnya transfer ke sekolah. Dana biasanya baru cair di akhir triwulan sedangkan sekolah sudah harus menganggarkan kebutuhan sejak awal bulan. Akibatnya, sekolah utang untuk operasional.

Pungutan Siswa

Selain telat, lanjut Hadi, dana BOS tidak menjamin bebas pungutan liar. Temuan FITRA, meski sudah ada dana BOS masih ada sekolah yang memungut uang dari siswanya dengan berbagai alasan. Dengan kondisi itu, kata dia, SDM dari pusat sampai daerah belum siap mengelola dana BOS yang begitu besar.

Padahal, mulai tahun 2012 mekanisme dana BOS akan dikirimkan langsung dari pusat tanpa melalui kas daerah. FITRA secara khusus mencermati Klaten sebab dinilai banyak masalah. Apabila berbagai masalah itu berlarut-larut, dampaknya akan melemahkan kinerja guru dan ujungnya kepada siswa.

Sebagaimana diberitakan, kisruh transfer dana BOS membuat gerah pemerintah pusat. Tim obudsman RI perwakilan DI Yogyakarta-Jateng turun tangan menginvestigasi dan menemukan kejanggalan besaran dana tersebut.

Menurut Koordinator ARAKK, Abdul Muslih, kejanggalan digit dalam rekening BOS sekolah yang mencuat sangat aneh. Sebab digit transfer dana tidak menunjukkan kelipatan besaran BOS sebesar Rp 99.250/ siswa/bulan. Persoalan itu perlu dijelaskan dan diusut tuntas.

( Achmad Hussain / CN27 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 34491
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 35755
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 36039
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 40120
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 35186
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER