
JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketua Steering Committee Rakernas PDIP Andreas Pareira mengatakan, partainya akan memantapkan
usulan perubahan RUU Pemilihan Umum. Hal itu agar sistem Pemilu Legislatif 2014, dikembalikan lagi pada sistem proporsional tertutup dan memilih tanda gambar partai.
“Usulan tersebut sebenarnya sudah disepakati secara internal partai dan rakernas akan mengesahkannya. Sistem tertutup berarti kembali ke sistem nomor urut, dimana suara yang diperoleh partai di suatu daerah pemilihan akan diakumulasi dan kursi dibagi berdasarkan urutan calon legislatif,” katanya.
Menurutnya, hasil kajian internal partai menemukan sistem proporsional terbuka tidak mendidik kepribadian bangsa. Sebab sistem tersebut cenderung melegalkan money politic.
“Siapa yang punya duit atau terkenal, dialah yang akan menang. Sistem proporsional terbuka masih memiliki banyak kelemahan. Untuk itu, kami sepakat sistem pemilu dikembalikan ke proporsional tertutup,” tandasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi II DPR Ganjar Pranowo menjelaskan, sistem proporsional terbuka akan dipejuangkan ide itu secara maksimal dalam pembahasan RUU Pemilu di Komisi.
“Ide itu cenderung akan mendapat resistensi tinggi, karena sifatnya yang tak populer. Namun, publik seharusnya melihat fakta empirik bahwa sistem proporsional terbuka terbukti sama sekali tak membawa hasil signifikan,” ucap kader PDIP itu.
Dia juga mengatakan, sistem proporsional terbuka hanya mengedepankan popularitas. Untuk menuju itu salah satunya harus dengan kekuatan uang. “Itu yang kami anggap tidak sehat,” tegasnya.
( Saktia Andri Susilo / CN26 / JBSM )