
SEMARANG, suaramerdeka.com - Jumlah koperasi di Jawa Tengah sepanjang tahun 2011 ini meningkat. Dari 25.425 unit di tahun 2010, sekarang menjadi 26.165 unit.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, selain jumlah unit, jumlah aset koperasi juga naik. Saat ini jumlah aset koperasi di provinsi ini sebesar Rp 16,5 triliun, meningkat dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp 14 triliun. Sementara untuk omset koperasi hingga bulan September 2011 tercatat sebesar Rp 22 triliun.
"Peningkatan koperasi di Jateng cukup pesat. Hal ini dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang diperoleh, seperti predikat terbaik untuk tingkat nasional," kata Sujarwanto, Minggu (11/12).
Sujarwanto memprediksi perkembangan perkoperasian di Jawa Tengah makin lama makin baik. Jumlah omzet koperasi se-Jawa Tengah hingga akhir tahun 2011 diperkirakan bisa mencapai Rp 27 triliun.
"Saat ini kami masih menunggu laporan dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah terkait omset ini. Kami optimis bisa mencapai jumlah tersebut, mengingat di tahun 2010 lalu omset koperasi se-Jateng mencapai Rp 25 triliun," tuturnya.
Ditambahkan, saat ini koperasi dan UMKM di Jawa Tengah menghadapi kendala seperti daya saing produk yang harus ditingkatkan karena masih tertinggal dibandingkan wilayah lain, kurangnya keterpaduan antar sektor dalam pengembangan produk di daerah, dan terbatasnya modal karena sulitnya mengakses kredit dari lembaga keuangan.
Selain itu tingkat pengetahuan, keterampilan dan kemampuan sumber daya manusia koperasi dan UMKM masih rendah. "Berbagai masalah ini selanjutnya akan kami berikan jalan keluar sehingga koperasi dan UMKM di Jateng semakin bisa berkembang dengan baik. Kami akan menyampaikannya ke tingkat pusat," tuturnya.
( Fani Ayudea / CN26 / JBSM )