
KUDUS, suaramerdeka.com - Turunnya suku bunga kredit ternyata tidak berpengaruh terhadap penjualan kendaraan bermotor di Kabupaten Kudus. Tinggi rendahnya penjualan kendaraan motor justru dipengaruhi oleh kondisi ekonomi masyarakat setempat.
Sumarno, Sales counter Yamaha Harpindo Jaya Kudus mengatakan, penurunan suku bunga pada akhir tahun ini tidak mampu mendongkrak penjualan kendaraan bermotor di Kudus. Penjualan justru turun, karena kondisi ekonomi di kahir tahun tidak sebagus pada awal tahun.
''Akhir tahun, tren penjualan kendaraan motor di Kudus umumnya turun, dan itu terjadi sejak dulu, nanti baru pada awal tahun akan ada peningkatan,'' bebernya.
Penjualan kendaraan bermotor di Kabupaten Kudus lebih banyak dipengaruhi oleh faktor ekonomi di bidang pertanian dan perdagangan. Hal ini karena, perekonomian masyarakat di Kudus lebih banyak ditopang oleh dua sektor tersebut. Oleh karenanya, saat musim tanam seperti ini, penjualan otomatis turun, sementara saat panen, bisa langsung meningkat tajam.
Sumarno mengaku, tahun ini penjualan kendaraan bermotor, dibandingkan tahun sebelumnya, tergolong stabil. Peningkatan belum terlihat, karena penjualan perbulannya masih stagnan di kisaran 120 hingga 130 unit. Penjualan didominasi jenis kendaraan sport dan diikuti oleh jenis matic. Sementara jenis bebek, saat ini kurang diminati masyarakat. ''Meskipun jenis bebek kurang diminati, namun kita selalu mengupayakan agar penjualannya tetap bisa stabil,'' bebernya.
Sementara itu, Novita Wijayanto, PI Counter Dealer Honda Taruna Motor Kudus mengatakan, penjualan kendaraan bermotor, khusunya merek honda, selalu mengalami kenaiakn setiap tahunnya. Kondisi ini terjadi tanpa memperhatikan naik turunnya suku bunga. Saat ini penjualan semua jenis motor merek honda mencapai 150 unit.
Jumlah ini belum termasuk adanya inden atau pesanan yang setiap bulannya mencapai sekitar 90 orang pemesan. Jumlah ini dibandingkan tahun sebelumnya mengalami peningkatan lebih dari 20 persen. Karena, penjualna tahun 2010 lalu hanya 120 unit, untuk setiap dealer. ''Permintaan kendaraan di kami sebenarnya sanagt tinggi, terutama untuk jenis matic, tetapi karena saat ini dibatasi stoknya, jadi banyak terjadi inden,'' bebernya.
( Septina Nafiyanti / CN34 / JBSM )