panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
10 Desember 2011 | 23:26 wib
Ritual Perang Topat di Lombok Digelar


LOMBOK BARAT, suaramerdeka.com -
Ritual budaya "Perang Topat" atau saling lempar menggunakan ketupat digelar antara 1.000 orang umat Islam dan Hindu di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ritual ini merupakan budaya tahunan suku Sasak yang beragama Islam dan umat Hindu.

Acara ini ini dipusatkan di Pura Lingsar, Desa Lingsar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (10/12). Saling lempar berjalan tertib dan berlangsung sekitar 15 menit.

"Perang Topat" tersebut diawali dengan pelemparan ketupat perdana oleh Bupati Lombok Barat, H M Zaini Arony didampingi Wakil Bupati Lombok Barat H Lalu Mahrip dan sejumlah anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Lombok Barat.

Pura lingsar yang berjarak sekitar sembilan kilometer dari Kota Mataram, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dibangun pada 1759 oleh Raja Anak Agung Ngurah dari Kerajaan Karang Asem, Bali, yang pada waktu itu memerintah bagian barat Pulau Lombok.

Ribuan ketupat terlebih dahulu diarak ke "kemalik" atau tempat suci yang dikeramatkan oleh umat Islam dan Hindu yang ada di Pulau Lombok, khususnya di Kecamatan Lingsar, Lombok Barat.

Setelah itu, warga terutama kaum tani yang berhasil memperoleh ketupat yang masih utuh membawa pulang untuk ditebar di sawah, karena dipercaya bisa memberikan kesuburan pada tanah garapan, sehingga hasil panen melimpah.

"Perang Topat" digelar setiap tahun pada bulan purnama Sasih keenam menurut kalender Bali dan kepitu’ (tujuh) menurut kalender Sasak.

Bupati Lombok Barat H Zaini Arony sebelum memulai "Perang Topat, mengatakan, ritual budaya "Perang Topat" merupakan filosofi suku Sasak yang beragama Islam dan Hindu di Pulau Lombok, khususnya di Kabupaten Lombok Barat.

"Ritual ini sebagai sebuah bentuk penghormatan umat Islam di Pulau Lombok terhadap para wali. Begitu juga dengan umat Hindu di Pulau Lombok menjadikan ritual ini sebagai sebuah penghormatan bagi Sang Pencipta alam," ujarnya.

( KCM / CN32 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 12677
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 13418
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 13196
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 15565
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 12771
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER