
KOLKATA, suaramerdeka.com - Korban kebakaran rumah sakit di Kolkata India Timur bertambah menjadi 89 orang. Polisi menangkap enam pejabat rumah sakit karena banyak staf medis yang meninggalkan pasien di saat asap hitam mulai memenuhi semua ruangan rumah sakit.
Diberitakan, saat api mulai terlihat para penghuni daerah kumuh sekitar lokasi kejadian segera berlarian menuju AMRI Hospital untuk mengingatkan staf rumah sakit, tetapi mereka justru dihalau oleh petugas keamanan rumah sakit yang mengatakan bahwa itu hanyalah kobaran kecil.
Ironisnya, petugas pemadam kebakaran di kota yang sebelumnya dikenal sebagai Kalkuta ini ikut merespon lambat terhadap laporan kebakaran. Petugas pemadam tiba di lokasi lebih dari satu jam. Para penghuni kawasan kumuh ikut membantu proses evakuasi pasien yang ada di rumah sakit berlantai tujuh itu.
Petugas pemadam harus dihadapkan dengan lokasi dengan bangunan saling berhimpit ditambah akses jalan masuk yang sempit. Mereka terpaksa mendobrak gerbang utama agar mobil pemadam bisa mendekati bangunan rumah sakit.
Terpisah, enam direktur rumah sakit ditangkap polisi dengan dakwaan sengaja menyebabkan orang lain meninggal dunia.
Mamata Banerjee, kepala menteri di negara bagian West Bengal segera memerintahkan pencabutan izin operasional rumah sakit. Pihak rumah sakit membantah bahwa ada pelanggaran dalam upaya penyelamatan.
"Sungguh mengerikan bahwa pihak berwenang yang ada di rumah sakit justru tidak melakukan upaya penyelamatan terhadap pasien yang terperangkap api," kata Subrata Mukherjee, Menteri urusan Kesehatan Masyarakat di negara bagian West Bengal dengan geram.
( AP , Yuska / CN14 )