panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
07 Desember 2011 | 21:54 wib
Paku dan Kawat China Resahkan Pengusaha

 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Penerapan Permendag No 21 tahun 2009 yang mewajibkan importir baja memiliki nomor importir terdaftar, tampaknya belum efektif membendung impor baja khususnya untuk produk kawat dan paku.

Ketua Cluster Paku dan Kawat The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Ario Setiantono mengatakan, kawat bendrat, kawat seng, dan paku impor asal China ditemukan masuk melalui pelabuhan di Surabaya dan Semarang. Disinyalir, barang-barang tersebut transit di Malaysia terlebih dulu, dan diklaim sebagai produk dari negara jiran. "Padahal barang dari China sudah tidak boleh masuk," ujarnya.

Menurut Ario, kondisi ini diperparah karena harga jual paku impor yang lebih murah daripada harga paku lokal. Saat ini harga jual paku impor di tingkat distributor sekitar Rp 9.500-Rp 10.500 per kilogram.

Padahal berdasarkan harga impor CNR, harga yang wajar adalah 900 USD/NT. Maka seharusnya harga impornya adalah Rp 8.010 per kg. Jika ditambah dengan PPN dan bea masuk tindakan pengamanan sebesar Rp 7.767 per kg, maka harga yang wajar sebesar Rp 16.578 per kg.

"Kalau di lapangan harga distributor berada pada kisaran Rp 9.500 atau Rp 10.000 sangat tidak masuk akal. Padahal ada distributor yang terang-terangan memasang harga melalui internet. Harga yang dipasarkan oleh salah satu pengusaha asal Surabaya itu berkisar mulai Rp 9.500 dan mengklaim sebagai yang termurah di Indonesia," ujarnya.

Ario menambahkan, pihaknya menemukan ada indikasi penyelewengan oleh oknum yang menghindari bea masuk tindakan pengamanan tersebut.

Oleh karena itu dia sudah menyampaikan surat kepada instansi yang terkait, antara lain Dirjen Bea Cukai, Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, termasuk Polda Jateng dan Polda Jatim terkait dugaan penyimpangan tersebut. "Kami berharap penegak hukum dapat melakukan pengawasan terhadap adanya indikasi penyimpangan ini," imbuhnya.

( Fani Ayudea / CN33 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
29 Agustus 2014 | 22:45 wib
Dibaca: 178
29 Agustus 2014 | 22:32 wib
Dibaca: 190
29 Agustus 2014 | 22:17 wib
Dibaca: 186
image
29 Agustus 2014 | 22:02 wib
Dibaca: 220
29 Agustus 2014 | 21:49 wib
Dibaca: 254
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER