
SOLO. Suaramerdeka.com – Wakil Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo merestui lahan bekas Pabrik Es Saripetojo milik Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Tengah (Jateng) yang lima bulan ini mangkrak, untuk hotel.
“Belum lama ini, kalau tidak salah Pemrov memberikan informasi akan dibangun hotel. Itu tidak masalah. Asalkan yang penting kemanfaatannya untuk masyarakat. Namun saya tekankan, kalau untuk mal atau pasar berkonsep modern tidak mungkin,” kata Rudi, sapaan akrab FX Hadi Rudyatmo kepada Suara Merdeka saat ditemui di bantaran Kelurahan Sangkrah, Pasarkliwon, Rabu (7/12).
Menurut Rudi, dari pada lahan Saripetojo mangkrak dan terkesan kawasan di sekitarnya tidak berkembang, mending dimanfaatkan. Apalagi Tim Independen memberikan usulan fungsi baru yakni dijadikan hotel, mengingat bangunan tidak masuk tinggalan purbakala.
“Sekarang ini keputusan ada di Pemrov, bukan Pemkot. Kita cuma bisa memberikan masukan sebaiknya untuk apa,” terang dia.
Dia melanjutkan, namun yang harus dilakukan Pemrov sekarang ini adalah menjalin komunikasi dengan intensif terkait peruntukan ke depan Saripetojo. Pihaknya mengingatkan jangan sampai ketegangan yang sempat ada gara-gara penolakan mal oleh warga tidak terjadi kembali, sehingga jauh-jauh hari Pemrov harus mensosialisasikannya.
“Pemkot juga akan bantu mensosialisasikan itu. Intinya yang harus ditekankan Pemrov adalah komunikasi dan minta dukungan warga kalau memang Analisis Menganai Damak Lingkungan (AMDAL) dan izin lainnya sudah benar-benar ada,” jelasnya.
Sementara itu Pengamat Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Malik Cahyadi mengungkapkan, melihat potensi lahan Saripetojo yang berada di kawasan pusat kota dipastikan banyak investor yang membidik akan menanamkan modalnya. Oleh karena itu, jika lahan tersebut akan dibuat usaha, kemungkinan akan berhasil. Misalnya saja hotel.
“Tapi kalau hotel, dampak positif untuk perkembangan di kawasan sekitar lama. Butuh waktu yang tidak sebentar,” jelas dia.
Lebih lanjut Malik menjelaskan, jika didirikan hotel itu pun belum tentu mengembangkan kawasan sekitar yang notebene kawasan para Pedagang Kaki Lima (PKL). Pasalnya jika okupansi atau tingkat hunian hotel tidak ramai, dipastikan ekonomi di kawasan sekitar tidak berkembang. Jadi agar yang merasakan merata, lebih baik lahan Saripetojo dibuat wahana bermain, seperti Taman Pintar di Yogyakarta.
“Kalau buat wahana seperti itu dimungkinkan yang merasakannya merata, termasuk PKL di sekitarnya. Tapi yang membuat keputusan kan Pemrov, Saripetojo untuk buat apa,” ujar dia.
( Asep Abdullah / CN34 / JBSM )