
BANDUNG, suaramerdeka.com - Penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang Tahun 2011 diperkirakan mencapai Rp 26,5 triliun. Angka ini sudah jauh melebihi target yang ditetapkan.
Untuk itu, pemerintah menargetkan alokasi KUR pada tahun berikutnya tak kurang dari pencapaian tahun ini.
Demikian kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Syarief Hassan di Kampus Unpad Bandung, Rabu (7/12).
"Angka KUR Rp 26 triliun lebih itu sudah terlewati pada awal Desember ini. Padahal targetnya Rp 20 triliun. Akhir Desember diperkirakan bisa bertambah hingga Rp 26,5 triliun," jelasnya.
Melihat antusiasme masyarakat dalam mengakses KUR, Syarief menyatakan pemerintah sudah menyiapkan anggaran pada 2012 sebesar Rp 25 triliun.
Meski demikian, pemerintah siap menggelontorkan dana tambahan jika terjadi pembengkakan dalam pengucuran KUR. "Aktualnya cenderung lebih tinggi, bisa sampai Rp 30 triliun," katanya.
Dia pun mengungkapkan distribusi KUR tak lagi didominasi jasa perdagangan. Menurut dia, mulai terjadi pergeseran dengan menggunakan KUR bagi sektor pertanian. Porsinya mencapai 26 persen. Kondisi ini, diakui Syarief, sesuai harapan pihaknya.
Pasalnya, pertanian dianggap sejalan dengan program pemerintah dalam pengentasan pengangguran. "Sifatnya lebih produktif, banyak menyerap tenaga kerja, dari jasa perdagangan tambah juga tapi tidak signifikan," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, dia pun meminta besaran bunga KUR jangan dibanding-bandingkan. Bunga KUR saat ini mencapai 22 persen.
"Ini negara besar, mengurusnya beda. Kami akui ada keluhan tapi itu bakal diperbaiki. Perlu dipahami pula, urus KUR itu perlu infrastruktur besar, guna menjangkau seluruh Indonesia. Ini perlu usaha dan biaya tinggi," katanya.
( Setiady Dwi / CN32 / JBSM )