
NEW DELHI, suaramerdeka.com - Pemerintah India secara resmi telah meminta Facebook, Google, Yahoo! dan jaringan internet lainnya untuk melakukan pengawasan terhadap isi layar pengguna dengan tidak menampilkan konten-konten yang berisi fitnah, Selasa (6/12).
Menteri Komunikasi India, Kapil Sibal telah bertemu dengan beberapa perwakilan perusahaan internet di New Delhi dan meminta agar semua konten bisa diperiksa sebelum diunggah ke situs-situs sosial.
Abhishek Manu Singhvi, juru bicara partai Congress, yang mengkonfirmasikan pertemuan itu mengatakan bahwa pembicaraan antara wakil pemerintah dan perusahaan layanan internet hanya terkait isu-isu ilegal, seperti fitnah, pornografi atau konten-konten merusak lainnya.
Terpisah, perusahaan-perusahaan penyedia layanan internet tegas menolak tuntutan Sibal, dengan menyatakan bahwa sejumlah besar informasi telah masuk ke dalam situs jejaring sosial online yang ada di India dan mereka tidak bertanggung jawab untuk menilai apa yang menjadi isinya.
Pada pertemuan yang berlangsung awal pekan ini, Sibal mengangkat contoh dari sebuah situs web keagamaan yang ternyata pada saat diakses justru menampilkan gambar-gambar porno. Sibal sebelumnya mengeluhkan tentang situs Sonia Gandhi, yang ikut diserang pengguna internet.
Sementara itu, produsen BlackBerry, RIM, juga telah terlibat sengketa dengan pemerintah India atas akses menuju email terenkripsi dan layanan pesan instan, terkait kekhawatiran pemerintah bahwa layanan tersebut akan digunakan oleh kelompok ekstremis untuk merencanakan teror dan serangan.
( AFP , Yuska / CN14 )