
JAKARTA, suaramerdeka.com - Dukungan terus mengalir pada Zipporah Imogen Divine alias Immi agar sekolah menghentikan perilaku diskriminatif. Dia ditolak masuk SD Don Bosco Kelapa Gading lantaran ayahnya terinfeksi AIDS.
Sebelumnya dalam seleksi tes masuk, Immi sebenarnya sudah lolos tes. Namun karena keberatan sejumlah orangtua murid, bocah malang ini terpaksa memendam impiannya. Sang ayah, Fajar Jasmin Sugandhi kemudian mengungkapkan kekecewaannya atas penolakan yang cenderung bersifat deskriminatif itu melalui jejaring sosial.
"Sebagai seseorang yang pernah aktif peduli soal HIV/AIDS, melekat dalam ingatakan saya bahwa tidak boleh ada tindakan diskiminatif terhadap ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) karena mereka memiliki hak yang sama sebagai warga negara," paparnya.
Dukungan lain juga mengalir dari Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso. Saat dihubungi detikcom, Priyo menyampaikan apa yang terjadi dalam kasus ini jelas-jelas merupakan diskriminasi. Hal seperti ini tidak seharusnya terjadi di masyarakat.
"Kita tidak boleh memusuhi pengidap HIV-AIDS, apalagi anak-anaknya. Ini kita sangat menyesalkan dan sekolah itu harus meminta maaf dan menerimanya sekolah," kata politisi Golkar ini.
Selain itu, dukungan di twitter dan media lain pun terus mengalir untuk melawan diskiriminasi HIV, agar nantinya tidak ada Immi-immi lain dengan nasib serupa. "Harus kita kawal terus permasalahan ini, agar tidak ada korban Immi lain," tulis Koalisi AIDS lewat akun twitternya @KoalisiAIDS.
Fajar Jasmin Sugandhi, ayah Immi yang terinfeksi HIV positif pun menuliskan lewat akun twitternya @fajarjasmin, bahwa ia mendapatkan banyak dukungan dari berbagai pihak, termasuk media, DPR, Ombudsman Indonesia, KPA, 2 agensi PBB dan beberapa pengacara.
"I count media, DPR, Ombudsman Indonesia, KPA, and 2 UN agencies, and various lawyers as my supporters. Still receiving more. Thank you all," tulis Fajar.
( dtc / CN27 )