panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
28 November 2011 | 14:59 wib
Harga Epiji Naik, Pelayanan Diminta Ditingkatkan
image

ANGKUT TABUNG GAS: Seseorang sedang mengangkut tabung gas di kawasan Barito Semarang, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/ Fista Novianti)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) mendukung langkah PT Pertamina (Persero) menaikkan harga elpiji non-subsidi 12 kilogram dan 50 kilogram. Meski demikian, mereka meminta Pertamina untuk terus meningkatkan pelayanan.

''Hiswana Migas mendukung sepenuhnya langkah Pertamina. Asalkan mereka turut meningkatkan pelayanan kepada konsumen,'' ujar Ketua Hiswana Migas Ery Purnomohadi, Senin (28/11).

Walaupun kenaikan harga disebabkan Pertamina yang selalu merugi, pihaknya yakin kenaikan harga bukan karena mencari keuntungan tapi untuk meningkatkan pelayanan. "Iya rugi, tapi naiknya bukan untuk cari untung, melainkan demi meningkatkan pelayanan," lanjutnya,

Namun, Eri berharap kenaikan harga elpiji itu tidak terlalu jauh dibandingkan harga elpiji kemasan tiga kilogram. Cuma, menurut Eri, harus dipikirkan pula implikasinya. Kalau disparitas harganya terlalu besar akan ada oknum yang akan melakukan pengoplosan elpiji kemasan tiga kilogram.

Seperti diketahui, Kementerian BUMN sudah memberikan restu kepada Pertamina untuk menaikkan harga elpiji 12 kg dan 50 kg karena tidak disubsidi pemerintah. Kementerian meminta Pertamina menaikkan harga elpiji 12 kg secara bertahap sedangkan elpiji 50 kg langsung naik sebesar 10 persen. Pertamina dinilai rugi Rp 1 triliun dari penjualan elpiji non subsidi.

Harga elpiji 12 kg dan 50 kg naik secara bertahap mulai akhir Juni lalu. Elpiji 12 kg naik dari Rp 5.850/kg menjadi  Rp 7.850/kg. Sedang elpiji 50 kg dari Rp 7.355 kg menjadi Rp 8.355/kg. Sementara harga elpiji 12 kilogram di sejumlah kawasan di Semarang kemarin berkisar mulai Rp 74.000-Rp 75.000/tabung. Elpiji 50 kilogram mencapai Rp 365.000 367.750/tabung.

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria mengatakan pemerintah harus memberi subsidi kepada Pertamina untuk menutupi kerugian akibat menjual gas elpiji 12 kg. Sebab, katanya, sebagai badan usaha milik Negara, Pertamina tidak boleh rugi, apalagi rugi karena memberi subsidi harga.

( Fista Novianti / CN27 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 23:55 wib
Dibaca: 226
26 Mei 2012 | 23:42 wib
Dibaca: 200
26 Mei 2012 | 23:28 wib
Dibaca: 207
26 Mei 2012 | 23:14 wib
Dibaca: 192
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER