
BOYOLALI, suaramerdeka.com - Ratusan pendaki naik ke puncak Gunung Merapi pada malam Suro atau 1 Muharam 1433 Hijriah melalui pintu pendakian di Desa Lencoh, Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Sekitar 400an pendaki dari berbagai daerah di Jawa itu sebelumnya memadati pintu pendakian di Plalangan, Lencoh, Selo.
Seorang anggota Tim SAR "Barameru" Desa Lencoh, Samsuri, di Boyolali, Minggu (27/11) mengatakan, jumlah pendaki tersebut mengalami peningkatan hampir empat kalinya dibanding pekan sebelumnya.
"Pendaki mulai pendakian ke puncak dari pukul 23.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB. Mereka melakukan pendakian dini hari, karena setibanya di puncak mereka dapat menikmati keindahan alam dan Matahari terbit," katanya.
Untuk memantau proses pendakian, pihaknya telah mengimbau para pendaki agar melaporkan indentitas mereka ke petugas di base camp Plalangan. Pendaki di antaranya berasal dari Solo, Yogyakarta, Semarang, Surabaya dan Jakarta. Banyak juga, wisatawan asing juga ada yang mendaki ke puncak Merapi.
Froncois wisatawan asal Prancis, mengatakan sejak pertama datang ke kaki Merapi pada tahun 2000 lalu, dirinya kini telah 15 kali mendaki gunung ini. "Saya tidak pernah bosan mendaki Merapi, karena gunung itu sangat unik termasuk masyarakatnya, yang sangat dekat dengan aktivitas Merapi," katanya.
( Ant / CN33 )