panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
24 November 2011 | 15:10 wib
Pelanggaran Cukai Diprediksi Naik 50 Persen

KUDUS, suaramerdeka.com - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kudus memperkirakan peningkatan pelanggaran ketentuan cukai diyakini dapat mencapai 50 persen pada tahun depan. Hal itu terkait bebagai dinamika di bidang percukaian yang bagi sebagian kalangan tidak menguntungkan untuk memproduksi barang industri hasil tembakau (IHT).

Kepala KPPBC, Nugroho Wahyu Widodo, menyatakan, kondisi seperti itu dipicu dengan ketidakmampuan perusahaan rokok khususnya golongan III atau yang berproduksi di bawah 300 juta batang untuk dapat mengikuti berbagai ketentuan cukai. Padahal, produksi IHT khususnya untuk komoditas rokok sudah menjadi pekerjaan yang bertahun-tahun dijalani. ''Tidak mudah untuk meninggalkan usaha tersebut,'' tandasnya.

Jadi, bila memang tidak mampu lagi bersaing, berdasarkan pengalaman yang ada, sebagian pelaku usaha akan beralih menjadi produsen rokok ilegal. Berbagai pelanggaran yang diyakini akan ditemui pada masa mendatang seperti rokok polos, cukai palsu atau cukai kadaluarsa, akan semakin meningkat. ''Hal tersebut merupakan upaya dari pelaku usaha untuk dapat mempertahankan usahanya,'' paparnya.

Berdasarkan pendapat pribadinya, bila memang kondisinya seperti itu ada dua upaya yang dapat dilakukan. Pertama, yakni mendorong pelaku usaha untuk dapat mempedomani aturan di bidang percukaian. Salah satunya yakni dengan memanfaatkan dana bagi hasil cukai hasil tembakau. Dia menilai pemanfaatkan dana untuk membantu usaha di bidang produksi rokok merupakan langkah yang tepat. ''Misalnya melalui bantuan dana talangan pembelian cukai untuk pengusaha kecil,'' jelasnya.

Sedangkan usaha yang kedua berupa pengalihan usaha. Bagi sebagian kalangan hal tersebut dianggap ''ngoyoworo''. Pengertiannya, sulit bagi produsen rokok untuk dapat beralih profesi. Namun begitu, dia berkeyakinan bila memang ada upaya yang kuat ke arah tersebut dimungkinkan akan dapat dilakukan. ''Apalagi untuk pelaku usaha yang masih muda, kami meyakini masih dapat melakukannya,'' ujarnya.

( Anton WH / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 23:55 wib
Dibaca: 220
26 Mei 2012 | 23:42 wib
Dibaca: 195
26 Mei 2012 | 23:28 wib
Dibaca: 201
26 Mei 2012 | 23:14 wib
Dibaca: 186
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER